Konten dari Pengguna

Contoh Asesmen Awal Pembelajaran beserta Tujuannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Asesmen Awal Pembelajaran. Foto: dok. Kelly Sikkema (Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Asesmen Awal Pembelajaran. Foto: dok. Kelly Sikkema (Unsplash)

Contoh asesmen awal pembelajaran menjadi panduan yang dapat digunakan kala menyusun asesmen sebelum mengadakan pembelajaran di kelas. Dengan adanya asesmen awal pembelajaran, guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang tepat bagi siswa.

Informasi yang diperoleh dari adanya asesmen awal pembelajaran tersebut dapat digunakan untuk mengoptimalkan prestasi siswa dan memudahkan siswa dalam memahami pelajaran yang diberikan guru.

Contoh Asesmen Awal Pembelajaran beserta Tujuan Penyusunannya

Ilustrasi Contoh Asesmen Awal Pembelajaran. Foto: dok. Aaron Burden (Unsplash)

Dalam proses pembelajaran, guru dianjurkan untuk memberikan asesmen awal pembelajaran bagi siswa yang akan dididiknya. Dalam buku berjudul Perpaduan Pembelajaran Blended Learning Secara Daring dan Tatap Muka pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum 2022 yang ditulis oleh Sukemi (2023: 64), disebutkan bahwa pendidik perlu merancang asesmen yang dilaksanakan pada awal pembelajaran, pada saat pembelajaran, dan pada akhir pembelajaran.

Perencanaan asesmen, terutama pada asesmen awal pembelajaran sangat perlu dilakukan karena untuk mengidentifikasikan kebutuhan belajar peserta didik dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik.

Untuk memudahkan guru dalam memberikan asesmen awal pembelajaran, berikut ini adalah contoh asesmen awal pembelajaran yang dapat digunakan sebagai panduan sekaligus referensi:

  1. Tes Tertulis: Metode penilaian ini dapat diberikan guru dalam bentuk tes tertulis yang mencakup pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang akan diajarkan.

  2. Diskusi Kelompok: Guru dapat mengajak siswa untuk berdiskusi mengenai materi yang akan diajarkan saat kegiatan belajar mengajar. Misalnya diskusi terkait mata pelajaran IPS.

  3. Observasi: Metode penilaian ini dilakukan guru dengan cara mengobservasi atau mengamati siswa saat mengerjakan tugas-tugas tertentu. Selain itu, guru juga dapat mengamati kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan pembelajaran yang diterimanya baik melalui tugas individu maupun secara berkelompok.

  4. Wawancara: Metode penilaian ini dilakukan guru dengan cara mewawancarai siswa. Penilaian ini dilakukan untuk mengukur tingkat kemampuan siswa dalam memahami materi.

Asesmen awal pembelajaran perlu dilakukan seefektif mungkin agar guru dapat menyesuaikan dan memilih metode belajar yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Pelaksanaan asesmen awal pembelajaran juga harus dilakukan secara objektif agar hasilnya valid.

Baca juga: Contoh Penerapan Asesmen dalam Kurikulum Merdeka yang Tepat

Demikian contoh asesmen awal pembelajaran yang dapat digunakan bagi guru dalam menyusun asesmen awal sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas. (DAP)