Contoh Bentuk Kerjasama Bidang Keamanan ASEAN

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebutkan bentuk kerjasama bidang keamanan ASEAN! Pertanyaan ini sering diajukan kepada para siswa ataupun orang yang penasaran akan organisasi yang mewadahi kerjasama di kawasan Asia Tenggara ini.
Pasalnya, ASEAN dibentuk dengan tujuan untuk meminimalisasi masalah yang timbul dari interaksi antarnegara di berbagai bidang, termasuk juga bidang keamanan. Dengan begitu tercipta stabilitas dan perdamaian antarnegara di ASEAN.
Bentuk Kerjasama Bidang Keamanan ASEAN
Association of Southeast Asian Nations yang dikenal dengan ASEAN merupakan organisasi untuk negara-negara di Asia Tenggara. Organisasi ini didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Prinsip-prinsip utama dari ASEAN yakni:
Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah, dan identitas nasional seluruh negara anggota ASEAN;
Komitmen bersama dan tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan perdamaian, keamanan, dan kemakmuran di kawasan ASEAN;
Menolak agresi, ancaman, penggunaan kekuatan, atau tindakan lainnya dalam bentuk apa pun yang bertentangan dengan hukum internasional;
Mengedepankan penyelesaian sengketa secara damai, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara anggota ASEAN, dan menghormati kebebasan yang mendasar, pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia, serta pemajuan keadilan sosial.
Adapun bentuk kerjasama di bidang keamanan ASEAN yang dikutip dari laman Sekretariat Indonesia ASEAN - Indonesia yakni:
SEANWFZ
South East Asia Nuclear Weapon-Free Zone (SEANWFZ) merupakan sebuah traktat yang bertujuan untuk mewujudkan kawasan Asia Tenggara yang bebas dari nuklir yang ditandatangani saat KTT ASEAN di Bangkok pada tahun 1995.
TAC
Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) merupakan sebuah traktat yang bertujuan untuk menciptakan stabilitas politik dan keamanan di kawasan Asia Tenggara. TAC mengatur penyelesaian konflik di antara negara-negara pihak secara damai.
ADMM
ASEAN Defence Ministerial Meeting (ADMM) adalah platform kerja sama antar-Menteri Pertahanan ASEAN yang bertujuan untuk meningkatkan Confidence Building Measures (CBM).
Selain itu juga, ADMM menjaga perdamaian dan stabilitas keamanan di kawasan melalui dialog dan kerja sama praktis.
ADMM-Plus merupakan bentuk perluasan kerja sama Pertahanan ADMM dengan melibatkan 8 Negara Mitra Wicara ASEAN sebagai peserta, yakni Amerika Serikat, Australia, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, Republik Korea (ROK), Selandia Baru, India, dan Rusia.
ADMM-Plus memiliki 7 Experts’ Working Groups (EWGs), yaitu:
Penanganan Bencana dan Bantuan Keamanusiaan (Humanitarian Assistance and Disaster Relief/HADR)
Medis Militer (Military Medicine/MM)
Pemberantasan Terorisme (Counter Terrorism/CT)
Keamanan Maritim (Maritime Security/MS)
Operasi Pemelihara Perdamaian (Peacekeeping Operations (PKO)
Penanggulangan ranjau darat (Humanitarian Mine Action/HMA)
Keamanan Siber (Cyber Security/CS)
ASOD
ASEAN Senior Official on Drugs Matters (ASOD), yaitu badan sektoral yang dimiliki ASEAN dalam menanggulangi permasalahan narkoba di Asia Tenggara.
ASOD merupakan pertemuan pejabat tingkat senior ASEAN untuk saling bertukar informasi dan berdiskusi tentang permasalahan narkotika di kawasan.
AICHR
ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) adalah lembaga HAM yang bersifat menyeluruh dan bertanggung jawab untuk pemajuan dan perlindungan HAM di ASEAN.
AICHR juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan peningkatan kesadaran HAM bagi para pemangku kepentingan dan peningkatan kapasitas, di antaranya guru, jurnalis, penegak hukum, untuk menyertakan dimensi HAM pelaksanaan profesi masing-masing.
Baca Juga: Manfaat Kerjasama ASEAN Ditinjau dari Sudut Kepentingan Nasional Indonesia
Ternyata, ada banyak sekali bentuk kerjasama di bidang keamanan dari ASEAN. Sehingga, organisasi ini berkontribusi besar terhadap keamanan dari anggota hingga warganya.(MZM)
