Contoh Ceramah atau Pidato Tentang Maulid Nabi Singkat untuk Referensi Belajar

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perayaan maulid nabi setiap 12 Rabiul Awal umumnya selalu diisi dengan penyelenggaraan kegiatan islami oleh umat muslim di Indonesia. Misalnya saja dengan menggelar acara sholawat bersama, tadarus alquran, ataupun menghelat tabligh akbar di masjid atau tempat tertentu. Beberapa diantaranya juga kerap merayakan maulid nabi dengan menggelar lomba ceramah atau pidato.
Jika anda termasuk salah seorang yang mengikuti lomba pidato tentang maulid nabi, maka contoh naskah pidato berikut ini bisa anda jadikan referensi.
Mengutip dari buku Di Balik 7 Hari Besar Islam karangan Muhammad Sholikhin (2012: 48), peringatan maulid nabi awalnya dirayakan dengan tujuan untuk menyemangati umat muslim agar kembali bergairah dan memiliki semangat juang paska kekalahannya dalam perang Salib di abad ke-11. Sultan Shalahudin Al-Ayyubi pada saat itu disebutkan memelopori maulid nabi agar umat Islam dapat kembali bergembira dengan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, sekaligus untuk kembali meneladani kisah-kisah inspiratif dari sang nabi.
Berdasarkan informasi tersebut, maka para pelajar juga bisa membahas perkara pentingnya perayaan maulid nabi guna meneladani sifat dan kisah nabi Muhammad SAW agar umat muslim dapat kembali memiliki semangat keislaman. Jika membutuhkan referensi teks ceramah atau pidato tentang maulid nabi, maka simaklah contoh pidato berikut ini, sebagaimana dikutip dari buku Dakwah Milenial, Abdul Basit (2021):
Contoh Pidato Tentang Maulid Nabi Muhammad SAW
Bismilahirrahmanirrahim, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin wa bihi nasta’in wa ‘ala umurid dunya wad din. Wa shatu wa salam ‘alla sayyidina wa maulana Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Pertama-tama Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Karna atas rahmat dan Karunia-Nya lah, Kita semua masih diberi Kelancaran dan kesempatan sehingga kita bisa bersilaturahmi di acara yang di muliakan oleh Allah SWT walaupun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu acara memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Kemudian shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Hadirin yang dimuliakan Allah.
Bulan Rabiul Awwal adalah bulan yang sangat bersejarah dalam kehidupan umat Muslim, terutama pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun gajah, telah dilahirkan seorang pemimpin umat manusia yang merupakan rahmat bagi alam semesta. Beliau adalah junjungan kita yakni Nabi Besar Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam. Melalui beliau Allah menunjukan manusia menuju alam yang penuh dengan cahaya kimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
Adanya peringatan maulid nabi pada tahun ini memiliki tujuan,
1. Menanamkan, Memupuk dan Menambah Rasa Cinta (Mahabbah) Kita Kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.
Mencintai dan menyayangi Nabi Muhammad melebihi diri sendiri dan orang tercinta merupakan amalan yang sangat utama. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Ahzab ayat 6:
النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ
Artinya, “Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukminin dari diri mereka sendiri.” (QS Al-Ahzab: 6)
Dengan demikian, sudah menjadi keharusan bagi umat Muslim untuk mendahulukan kecintaan kepada Allah dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam di dalam hati, lebih dari siapa atau apa yang dicintai.
2. Meneladani Sifat-sifat Nabi Shallallahu ‘Alahi Wa sallam
Dengan peringatan kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam dapat dapat dijadikan sebagai teladan dari Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam dan jihad perjuangannya di dalam menegakkan agama Islam. Dalam menyambut dan memperingati maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam marilah kita telusuri dan kita hayati perilaku hidup Rasulullah, yang selanjutnya kita jadikan acuan di dalam aktivitas kita sehari-hari dan berjuang di jalan Allah SWT. Allah berfirman di dalam Surah Al-Ahzab ayat 21 yang berbunyi:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِر وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Artinya, “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan bagimu, ialah orang yang mengharapkan rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan ia banyak menyebut akan Allah.”
Dengan kelahiran beliau, dunia menjadi lebih terang dari kegelapan yang melanda hidup, yakni berupa cahaya hidayah yang dapat menembus kegelapan jahiliah.
Akhir kata, saya mengharapkan mudah-mudahan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam ini dapat menambah keimanan kita kepada Allah dan Rasul-Nya, mencintainya dan membawa perubahan-perubahan positif dalam segala bidang kehidupan walaupan pandemi melanda dunia ini, tidak menjadi halangan untuk meneladani Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Amin
Akhirul kalam
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Demikianlah contoh ceramah atau pidato tentang maulid nabi Muhammad SAW yang dapat anda jadikan referensi guna membuat teks pidato untuk lomba nanti. Semoga dapat bermanfaat! (HAI)
