Contoh Ceramah Singkat tentang Ibu adalah Jalan Menuju Surga

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Orang tua adalah sosok yang memiliki peran yang sangat penting bagi kita. Berbakti kepada orang tua atau birrul walidain adalah perbuatan yang harus dilakukan oleh setiap anak, terutama kepada sosok ibu. Untuk membangun semangat birrul walidain, berikut contoh ceramah singkat tentang ibu adalah jalan menuju surga.
Baca Juga: (Contoh Ceramah Singkat tentang Jujur dan Ikhlas)
Contoh Ceramah Singkat tentang Ibu adalah Jalan Menuju Surga
Berbakti kepada kedua orang tua termasuk amalan yang memiliki keistimewaan besar. bahkan Allah SWT akan membalas kebaikan dengan pahala yang sangat besar sekalipun amalan yang dilakukan hanya sedikit.
Dikutip dari buku Yang Bangkrut dan Yang Untung di Alam Kubur oleh Al-Hafizh Taqiyuddin al-Jurjani (2015: 92), kata birrul walidain berasal dari kata birrul dan al-walidain. Birul atau albirru berarti kebajikan, sedangkan al-walidain berarti dua orang tua. Sehingga, birrul walidain adalah perbuatan kebajikan kepada kedua orang tua.
Perbuatan birrul walidain dapat mengantarkan anak kepada surga Allah SWT. Seperti contoh ceramah yang disudur dari laman Nu Online yakni:
Berbakti kepada Ibu sebagai Jalan Surga
Oleh Ustaz Burhan Ali Setiawan
Jamaah rahimakumulllah,
Pada kesempatan yang mulia ini kita masih diberikan rahmat, hidayah, dan keadaan sehat wal afiat. Sebagai wujud rasa syukur pula kita kepada Allah swt, marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt dengan sebenar-benar keimanan dan sebaik-baik ketakwaan, minimal dengan cara menjalankan apa pun yang diperintahkan oleh Allah SWT dan berupaya dengan sungguh-sungguh menjauhi apa pun yang dilarang-Nya.
Jamaah rahimakumullah,
Ada salah satu ungkapan yang sangat masyhur di telinga kita dan sejak kecil menjadi motivasi kita untuk senantiasa berbuat kebaikan kepada orang tua yaitu “surga di bawah telapak kaki ibu”. Ungkapan yang singkat namun menyimpan banyak nasihat.
Di antara dalil yang melandasi ungkapan tersebut adalah sabda baginda Rasulullah saw riwayat Imam Ibnu Majah, Imam an-Nasa’i, Imam Ahmad, dan Imam ath-Thabarani di dalam kitab al-Mu’jam al-Kabir dengan sanad hasan:
أَنَّ جَاهِمَةَ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ. فَقَالَ: هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ؟ قَالَ: نَعَمْ . قَالَ: فَالْزَمْهَا، فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا
Artinya, “Sungguh Jahimah datang kepada Nabi SAW, lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku ingin berperang, dan aku datang untuk meminta petunjukmu.” Nabi SAW bersabda, “Apakah engkau memiliki ibu?” Jahimah menjawab, “Iya”. Nabi SAW bersabda, “Tinggallah bersama dia, karena sungguh surga di bawah kedua kakinya.” (Ini redaksi Imam an-Nasa’i).
Jamaah rahimakumullah,
Bagaimana penjelasan dari ungkapan “surga dibawah telapak kaki ibu”? Apakah memang secara lahiriah tampak jelas surga itu bercokol di bawah kaki ibu, atau hanya kiasan yang syarat makna? Tentulah ungkapan tersebut adalah kiasan yang menyiratkan makna betapa kita wajib berbakti kepada ibu kita.
Dalam kitab Mirqâtul Mafâtîh (IV/676) al-'Allamah ath-Thibi mengatakan, maksud sabda Nabi SAW: “surga di bawah kedua kaki ibu” adalah kinayah atau kiasan dari puncak ketundukan dan kerendahan diri seorang anak terhadap ibunya, sebagaimana firman Allah:
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ
Artinya, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan.” (QS Al-Isra: 24).
Dalam penjelasan lain, yaitu penjelasan Imam al-Munawi dalam kitab at-Taisir bi Syarhil Jami’is Shaghir (I/966) dikatakan:
يَعْنِي لُزُومُ طَاعَتِهِنَّ سَبَبٌ قَرِيبٌ لِدُخُولِ الْجَنَّةِ
Artinya, “Bahwa selalu menaati para ibu adalah sebab dekatnya seseorang memasuki surga.”
Selain penjelasan hadits di atas, penghormatan terhadap ibu juga tercakup dalam perintah penghormatan terhadap kedua orang tua yang diperintahkan Allah SWT:
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak, jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”, dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS al-Isra: 23).
Jamaah rahimakumullah,
Dari penjelasan tentang ungkapan “surga di bawah telapak kaki ibu” dapat ditarik hikmah yang sangat berharga, betapa Allah SWT yang sedemikian luas rahmat-Nya membukakan pintu-pintu surga untuk hamba-Nya dari berbagai sisi. Di antaranya adalah melalui ketaatan kita kepada orang tua dan utamanya kepada ibu kita.
Itulah contoh ceramah singkat tentang ibu adalah jalan menuju surga yang dapat digunakan sebagai referensi. Semoga informasi di atas bermanfaat dan menambah semangat dalam melaksanakan birrul walidain, terutama kepada sosok ibu.(MZM)
