Contoh Cerita Mudik Lebaran untuk Siswa SD

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh cerita mudik lebaran menjadi materi yang tepat untuk digunakan sebagai panduan untuk membantu siswa dalam menggarap tugas sekolahnya. Untuk tahu bagaimana isi susunan ceritanya, simak penjelasannya dalam artikel berikut.
Contoh Cerita Mudik Lebaran untuk Referensi Membuat Tugas
Setelah menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan, kebanyakan umat muslim berlibur untuk mudik ke kampung halaman. Tradisi mudik ini sudah ada di Indonesia sejak lama.
Dikutip dari buku Ramadhan Menyapa Penduduk Bumi, Menaiki Tangga Langit, Mustopa, M.Ag. (2021: 51), mudik merupakan fenomena tahunan yang terjadi saat mendekati Hari Raya Hari Raya Idul Fitri.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata mudik berarti berlayar atau pergi. Secara epistemologi mudik berarti pulang ke kampung halaman.
Mudik adalah suatu perjalanan pulang ke kampung halaman dalam kurun waktu tertentu untuk bertemu dan berkumpul dengan sanak saudara pada momen khusus, yaitu hari raya Idul Fitri.
Momen mudik bisa menjadi salah satu pengalaman yang dapat diceritakan dalam tugas sekolah. Bagi yang membutuhkan referensi untuk menyelesaikan tugas bercerita pengalaman, berikut ini salah satu contoh cerita mudik Lebaran yang dapat digunakan sebagai acuan.
Pada hari raya Lebaran tahun ini, aku dan keluargaku berniat untuk pergi ke rumah nenek yang berada di Surabaya. Liburan hari raya Idul Fitri kali ini akan menjadi perjalanan panjang yang asyik dan tak terlupakan karena semua kakak dan adikku ikut serta meramaikan mudik pada Lebaran kali ini.
Di sepanjang perjalanan, kamu bersenda gurau, bercengkrama bersama, serta makan bersama. Pengalaman ini menjadi hal yang berkesan untukku karena liburan panjang ini hanya ada sekali dalam setahun. Mudik kali ini, ayah memutuskan untuk menggunakan mobil pribadi agar lebih mudah untuk bepergian ke rumah sanak saudara yang letaknya tersebar dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
Sebelum mudik, aku dan kakakku bergegas menyiapkan pakaian yang akan kami gunakan untuk bersilaturahmi di kampung halaman. Sepupuku juga menghubungiku untuk menggunakan pakaian dengan warna yang sama agar terlihat kompak saat berfoto bersama keluarga. Selain itu, aku dan kakakku juga menyiapkan sedikit bingkisan kecil untuk dibagikan dengan sepupu-sepupuku di kampung halaman.
Ketika sampai di rumah kakek dan nenek, kami disambut secara meriah oleh sepupuku yang sudah lama tak berjumpa dengan kami. Tak ketinggalan om dan tanteku juga ikut memeluk kami sembari melepas rindu setelah setahun tidak berjumpa. Kami sangat senang sekali dan menghabiskan banyak waktu bersama untuk bermain dan bercerita tentang apa saja yang kami lalui.
Setelah seminggu kami menghabiskan waktu di kampung halaman, kami bergegas untuk kembali pulang ke Bandung untuk melakukan rutinitas seperti biasa. Saat berpamitan pulang, sepupuku berkumpul dan berpelukan dengan erat satu persatu.
Kami juga dibawakan buah tangan buatan mereka untuk dijadikan kenang-kenangan. Aku tak sabar menunggu waktu libur Lebaran tahun depan agar kami dapat bertemu kembali dan menghabiskan waktu bersama. Semoga kami semua diberi kesehatan, serta nenek dan kakek juga diberikan kesehatan serta bahagia selalu.
Baca juga: 16 Ucapan Selamat Mudik Lebaran yang Penuh Doa Keselamatan
Demikian contoh cerita mudik Lebaran yang dapat dijadikan sebagai referensi tambahan dalam menyelesaikan tugas. Semoga bermanfaat. (DAP)
