Konten dari Pengguna

Contoh-Contoh Peribahasa Lengkap dengan Artinya yang Inspiratif

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Peribahasa. (Foto: felix_w by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Peribahasa. (Foto: felix_w by https://pixabay.com)

Pernahkah kamu membaca peribahasa? Dikutip dari buku Kumpulan Lengkap Peribahasa, Pantun, & Majas yang ditulis oleh Ernawati Waridah (2017: 2), peribahasa adalah kalimat atau sekelompok kata yang tetap susunannya dan mengandung maksud tertentu. Adapun susunan kata di dalam peribahasa bersifat tetap karena jika diubah, susunan kata tersebut tidak lagi dapat dikatakan peribahasa melainkan sebagai kalimat biasa saja. Agar lebih paham, artikel kali ini akan memuat contoh-contoh peribahasa yang lengkap dengan artinya.

Contoh-Contoh Peribahasa Lengkap Bahasa Indonesia

Ilustrasi Peribahasa. (Foto: cocoparisienne by https://pixabay.com)

Berikut adalah contoh-contoh peribahasa bahasa Indonesia yang lengkap dengan artinya:

  • Acap berulang, yang jauh jadi dekat = Tempat yang awalnya jauh, bila sering dikunjungi lama-kelamaan akan terasa dekat.

  • Ada adat dan lembaganya, ada undang dan laksananya = setiap segi dalam kehidupan ada hukum dan aturannya.

  • Ada asap ada api = ada sebab tentu ada akibatnya.

  • Badai reda hujan pun teduh = terlepas dari marabahaya yang mengancam.

  • Badan tak rasa badan lagi = badan lemas karena terlalu capek.

  • Bagai abu digilas mobil = tidak tahu diri, kegirangan tidak menentu.

  • Cacak bagai lembing tergadai = orang yang sedang diam karena terpana pada sesuatu.

  • Cacing hendak menelan naga = orang lemah yang ingin melawan orang kuat.

  • Cakap melangit, di dapur tidak berasap = orang yang berlagak seperti orang kaya, tetapi sebenarnya ia miskin.

  • Dada manusia tak dapat diselami = isi hati seseorang tidak seorangpun yang tahu.

  • Dagangan bersambung yang dijual = menceritakan cerita dari orang lain.

  • Dagang telah tergadai ke Cina = sesuatu yang sudah lepas sulit untuk dimiliki kembali.

  • Elang disambar punai tanah = orang kaya atau orang yang berkuasa dikalahkan oleh orang yang lemah.

  • Elok kampung oleh ‘rang tua, elok kampung oleh ‘rang muda = indahnya suatu daerah karena ada orang tua yang bijak, dan indahnya tepian karena ada orang muda yang berbudi.

  • Elok arak di hari panas = mengerjakan sesuatu akan lancar jika didukung oleh sarana yang memadai.

  • Gagak putih bangau hitam = menanti sesuatu yang tidak pernah ada.

  • Gagak lalu punggur rebah = orang besar yang berperilaku tidak adil kepada yang lemah.

  • Gajah terdorong oleh gadingnya, harimau terdorong oleh belangnya = orang berkuasa mendapat musibah karena menyalahgunakan kekuasaannya.

Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)