Contoh dan Ciri-Ciri Antologi Puisi dalam Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebutkan ciri-ciri antologi puisi! Bagi penikmat sastra, mungkin antologi puisi sudah sering didengar. Namun, bagi sebagian masyarakat istilah tersebut masih sangat awam. Antologi puisi sebenarnya hanyalah kumpulan dari puisi.
Meskipun hanya suatu kumpulan puisi, namun ternyata antologi puisi memiliki tujuan serta ciri-cirinya tersendiri. Jika kamu penasaran dengan istilah antologi puisi, artikel ini akan membahasnya secara tuntas. Simak terus ya!
Baca juga: 3 Contoh Puisi Hari Ibu yang Menyentuh Hati
Sebutkan Ciri-Ciri Antologi Puisi!
Berbicara mengenai antologi puisi, apakah kamu tahu arti dari puisi? Mengutip buku dengan judul Pembelajaran Puisi Untuk Mahasiswa: Buku Untuk Mahasiswa karya Harun (2018), Yusuf (1995:225), mengemukakan bahwa “Puisi adalah ragam sastra yang terikat dengan unsur-unsurnya, seperti irama, rima, matra, dan bait”.
Sementara antologi puisi adalah kumpulan dari banyak karya sastra berbentuk puisi. Antologi puisi juga dikenal dengan istilah “bunga rampai”.
Meskipun antologi puisi adalah kumpulan dari banyak puisi, namun karya yang dimuat dalam buku tersebut tidak boleh asal-asalan. Hanya karya sastra atau puisi pilihan yang dapat dijadikan satu menjadi sebuah antologi puisi.
Antologi puisi berisi karya sastra dari satu seniman, tetapi terdapat antologi puisi yang isinya campuran. Maksud dari campuran adalah dalam satu antologi puisi terdiri dari banyak seniman.
Tak seperti buku lainnya, antologi puisi memiliki ciri-cirinya tersendiri. Berikut beberapa ciri antologi puisi.
Memiliki tema terpadu atau sama
Karya dalam satu antologi puisi adalah karya sastra pilihan
Terdiri dari banyak puisi
Antologi puisi ditulis oleh satu pengarang atau banyak pengarang
Selain memiliki cirinya tersendiri, antologi puisi memiliki unsur yang membedakan dengan antologi karya sastra lainnya. Antologi puisi memiliki dua unsur, yaitu intrinsik dan ekstrinsik.
Unsur ekstrinsik antologi puisi adalah biografi, nilai, dan kemasyarakatan. Sementara unsur intrinsik puisi adalah tema, tipografi, nada, amanat, enjambemen, perasaan, rima, citra, dan gaya bahasa.
Saat ini ada banyak pengarang yang membuat buku antologi puisi. Jika kamu ingin membaca antologi puisi, berikut beberapa buku yang bisa dibaca.
Suaramu Jalan Pulang yang Kukenali karya Adimas Immanuel
Keterampilan Membaca Laut karya Ama Achmad
Sepotong Hati di Angkringan karya Joko Pinurbo
Museum Kehilangan karya Wawan Kurniawan
Nah itulah ciri-ciri antologi puisi dalam karya sastra bahasa Indonesia. Sangat menarik bukan apakah kamu tertarik untuk membaca buku antologi puisi? (FAR)
