Contoh Drama Singkat 2 Orang tentang Bermain Layang-Layang

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pentas seni merupakan hiburan yang diminati banyak orang. Salah satu pentas seni yang banyak dipentaskan adalah drama, pementasan yang menggambarkan tentang kehidupan manusia, baik realita, watak, tingkah laku melalui dialog. Nah, jika kamu sedang mencari referensi contoh drama singkat 2 orang, simak informasinya di bawah ini.
Contoh Drama Singkat 2 Orang tentang Bermain Layang-Layang
Kata drama berasal dari bahasa Yunani, dramai yang artinya berbuat, berperilaku, dan beraksi. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan; cerita atau kisah, terutama yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater; ataupun kejadian yang menyedihkan.
Dalam membuat pentas drama, hal yang pertama kali disiapkan adalah naskah. Naskah drama berisi tentang alur cerita yang digambarkan menggunakan percakapan antar tokoh atau biasa disebut dengan dialog.
Adapun contoh naskah drama singkat 2 orang tentang bermain layang-layang yang dikutip dari buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia karya Dr. Agus Trianto (2007:69-71), yakni:
Suasana panggung sepi, hanya dari dalam kita mendengar suara dari mulut anak-anak memanggil angin:
Angin mungil kembalilah angin besar datanglah
Angin mungil kembalilah angin besar datanglah
Ombak laut meluncur-luncur senapan berbunyi tentara datang
Berkali-kali, suara itu didendangkan dengan maksud agar angin mau datang. Kemudian, dari dalam keluarlah dua orang anak laki-laki. Mereka adalah Agus dan Jaya. Kedua anak itu keluar dengan gaya seorang anak yang sedang menaikkan layang-layang mereka.
Jaya : Gus, kenapa angin besar tak mau bertiup? Musim penghujan kan mulai datang. Biasanya, angin selalu kencang bertiup.
Agus : Ya, kenapa angin sedari tadi bertiup kecil saja, dan layang-layangku malas naik.
Jaya : Coba kita panggil sang angin lagi, Gus, barangkali sekarang mau.
Agus : Ayo kita panggil lagi, memang manja sekali angin musim penghujan ini.
Agus dan Jaya mulai berdendang seperti tadi:
Angin mungil kembalilah angin besar datanglah
Angin mungil kembalilah angin besar datanglah
Ombak laut meluncur-luncur senapan berbunyi tentara datang.
Berkali-kali mereka berdendang, tetapi angin masih tak mau bertiup kencang juga.
Jaya : Capek aku memanggil, Gus, tapi angin tak mau bertiup kencang.
Agus : Kita istirahat dulu, dan kita tunggu saja angin besar datang sendiri.
Kemudian, kedua anak itu duduk istirahat.
Jaya : Gus, kau tahu benangku selalu kugelas dengan gelas telepon. Tajam dan selalu menang tak pernah kalah.
Agus : Tak pernah kalah.
Joya : Tak pernah kalah.
Agus : Betul?
Joya : Betul.
Agus : Kemarin dulu? Waktu itu, kau kalah dan menangis. Dan, ketika kau adukan pada ayahmu, malah kau dijewer dan menangis sampai suaramu terdengar di rumahku.
Jaya : Kapan?
Agus : Kemarin, ketika kau kalah dengan layang-layangnya si Wito.
Joyo : Oh, kemarin dulu itu?
Agus : Ya, kemarin dulu.
Joya : Ya, sekali itulah aku kalah.
Agus : Katamu, tadi, tak pernah kalah.
Jaya : Pernah, hanya sekali itulah.
Agus : Sekali kan pernah kalah.
Joya : Ya pernah, tetapi hanya sekali.
Agus : Sudahlah, sekali kan pernah kalah.
Joya : Tetapi, dengan layang-layangmu, aku belum pernah kalah.
Agus : Kita coba saja sekarang.
Joya : Ayo kita mulai panggil angin lagi.
Agus : Ayo
Kedua anak itu berlari-lari lagi dengan mendendangkan lagu tentang angin tadi.
Joya : Ayo kita bawo lari saja Gus biar cepat naik.
Agus : Ayo.
Kedua anak itu berlari-lari lagi dengan mendendangkan lagu tentang angin tadi. Sesudah mereka berlari ke sana kemari, masuklah kedua anak itu.
Itu dia contoh naskah drama 2 orang tentang layang-layang yang dapat kamu gunakan sebagai raferensi. Kamu juga bisa mengubah atau menambahkan sesuai dengan kebutuhan dan kemauan.(MZM)
