Konten dari Pengguna

Contoh Geguritan Bahasa Jawa tentang Alam dan Ciri-cirinya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi geguritan bahasa Jawa tentang alam. Foto. dok. Aaron Burden (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi geguritan bahasa Jawa tentang alam. Foto. dok. Aaron Burden (Unsplash.com)

Geguritan bahasa Jawa dikenal sebagai salah satu bentuk karya seni sastra yang cukup dikenal di kalangan masyarakat Indonesia. Bagi Anda yang ingin mempelajari lebih dalam mengenai geguritan Bahasa Jawa, mari kita simak pemaparan lengkap mengenai contoh geguritan bahasa Jawa tentang alam lengkap dengan ciri-cirinya dalam artikel berikut.

Kumpulan Contoh Geguritan Bahasa Jawa tentang Alam Sekitar

Indonesia yang cukup terkenal dengan keragaman budaya dan karya seninya ini rupanya juga menyimpan karya sastra yang mengandung makna khusus di dalamnya. Salah satunya adalah geguritan bahasa Jawa. Apa itu geguritan?

Penjelasan lengkap mengenai pengertian geguritan dipaparkan dalam buku berjudul Pujangga Hujan: Teori dan Apresiasi Puisi yang disusun oleh Roy Sari Milda, ‎Tim Antologi Puisi Hujan (2019: 29) bahwa geguritan yang berasal dari bahasa Jawa Tengahan, kata dasar: gurit, berarti "tatahan", "coretan" ini merupakan bentuk puisi yang berkembang di kalangan penutur bahasa Jawa dan Bali.

Baca juga: 3 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Tema Pendidikan dalam Sastra Jawa

Ilustrasi menyusun geguritan bahasa Jawa bertema alam. Foto. dok. Aaron Burden (Unsplash.com)

Lebih lanjut, dalam buku tersebut menjelaskan bahwa geguritan berkembang dari tembang, sehingga dikenal beberapa geguritan yang berbeda. Pengertian geguritan di Jawa berkembang menjadi sinonim dengan puisi bebas, yaitu puisi yang tidak mengikatkan diri pada aturan metrum, sajak, serta lagu.

Geguritan juga dikenal sebagai sastra klasik. Sebagaimana yang disebutkan dalam buku berjudul Pura Dalem Penataran Manik Tirta yang ditulis oleh Dr. Komang Indra Wirawan, S.Sn., M.Fil.H (2021: 94) Sebagai suatu karya sastra klasik, geguritan yang terdiri dari pupuh-pupuh, terikat oleh padalingsa dan membentuk suatu jalinan cerita sehingga geguritan tersebut dikatakan sebagai puisi naratif.

Untuk mengenali bentuk geguritan lebih dalam, berikut ini adalah contoh geguritan bahasa jawa tentang alam:

Apike Alam

Ati sing lara dadi waras

Yen ndeleng apike alam iki

Pikiran sing lesu dadi tuntas

Ndeleng ciptan sing Kuasa

Matur syukur marang Gusti

Sing wis nyiptake bumi iki

Lan saisine

Kita kudu ngrawat alam iki

Ilustrasi menulis geguritan bahasa Jawa. Foto. dok. Álvaro Serrano (Unsplash.com).jpg

Marang dunya kang luwih apik

Endahe Alam

Oleh: Arvie Diah Pratiwi

Yen mandheng alam iki

Pikiran susah dadi endah

Anggugah semangat urip kangge jiwa iki

Ati pun dadi sumringah lan bungah

Yen ndeleng uwit ijo royo-royo

Awujud ciptaan sing kuasa

Lan kesucian sinar surya

Kanggo padhange dunya iki

Puji syukur matur nang Gusti Allah

Marang kaendahan isine ing bumi

Sing kudu dijaga lestariane

Tanpa ngilangake kaendahane

Pemaparan lengkap mengenai pengertian beserta contoh geguritan bahasa Jawa tentang alam dapat Anda pelajari untuk menambah wawasan khususnya mengenai keragaman karya sastra Indonesia. (DAP)