Konten dari Pengguna

Contoh Instrumen Afektif dalam Mengukur Tingkat afektif Siswa

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Contoh Instrumen Afektif dalam Mengukur Tingkat afektif Siswa Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Contoh Instrumen Afektif dalam Mengukur Tingkat afektif Siswa Sumber: pixabay.com

Dalam sebuah kegiatan belajar mengajar, guru akan dihadapi dengan sejumlah instrumen pembelajaran. Instrumen-instrumen ini biasanya digunakan sebagau tolok ukur penilaian pada siswa. Salah satunya ialah instrumen afektif. Bagaimana contoh instrumen afektif dalam mengukur tingkat afektif siswa dalam proses pembelajaran? Simak pembahasannya dalam ulasan berikut.

Mengutip buku Evaluasi Pembelajaran karya Alif Hasanah, Erwinestri Hanidar, Nur Afifi dan Almuhaimin Sarnav Ituga (63:2021), sikap dalam pembelajaran dapat dinilai dari beberapa hal, yaitu sikap terhadap mata pelajaran, sikap terhadap guru atau pengajar, sikap terhadap pembelajaran dan sikap atau norma yang berhubungan dengan mata pelajaran.

Untuk mengetahui hasil dari dimensi afektif dapat menggunakan instrumen non-tes. Instrumen ini digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pembelajaran dalam aspek afektif.

Contoh instrumen afektif dalam mengukur tingkat afektif siswa

Dalam artikel ini dapat disimak contoh instrumen afektif dalam mengukur tingkat afektif siswa dalam proses pembelajaran.

Dikutip dari buku Evaluasi Pembelajaran karya Zainal Arifin (180:2012) penilaian afektif menggunakan metode non-tes bisa dilakukan dengan beberapa kegiatan yang diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi merupakan kegiatan mengamati yang dilakukan oleh guru dengan mengacu pada pedoman observasi untuk menilai perilaku kelas, baik dari segi guru maupun peserta didik yang akan didapatkan sebuah data atau informasi dari suatu fenomena kelas.

2. Wawancara

Wawancara adalah kegiatan tanya jawab yang dilakukan guru dengan peserta didik. Dapat dilakukan secara tatap muka atau lewat perantara.

3. Skala sikap

Skala sikap adalah teknik penilaian dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan positif dan pertanyaan negatif yang dapat diisi oleh siswa.

4. Daftar cek

Daftar cek dapat digunakan oleh guru untuk memberi dan mencatat tanda pada tiap perilaku yang terjadi pada peserta didik.

5. Skala penilaian

Skala penilaian merupakan daftar cek yang akan dikembangkan dalam bagian yang lebih luas dan terperinci.

6. Angket

Angket digunakan untuk mengumpulkan data yang berisi pendapat, pemahaman siswa dalam proses pembelajaran.

7. Studi kasus

Studi kasus adalah kegiatan untuk memahami sebuah masalah yang kemudian akan disimpulkan untuk dicari bagaimana proses penyelesaiannya. Misalnya ialah masalah karena siswa lamban dalam memahami materi pembelajaran.

8. Catatan insidental

Catatan ini berkenaan dengan perilaku siswa atau kejadian singkat ketika dalam proses tahap pembelajaran.

Ilustrasi: Contoh Instrumen Afektif dalam Mengukur Tingkat afektif Siswa Sumber: pixabay.com

9. Sosiometri

Sosiometri adalah prosedur yang digunakan untuk merangkum, menyusun dan pendapat peserta didik. Prosedur ini diisi oleh siswa dengan cara menilai sesama teman kelasnya.

10. Inventori kepribadian

Inventori kepribadian adalah tes kepribadian jawaban dari peserta didik yang dapat digunakan untuk perbandingan.

11. Pemberian penghargaan kepada peserta didik

Teknik ini bertujuan untuk menghargai siswa dengan tujuan memotivasi agar seorang siswa dapat terus semangat dalam proses pembelajaran. Contohnya siswa yang berprestasi maka akan diberikan penghargaan misalnya berupa piagam. Sementara untuk siswa yang kurang berprestasi dapat dimotivasi agar dapat belajar lebih baik.

Berikut adalah contoh instrumen afektif siswa dengan metode penggunaan angket yang dapat dibagikan kepada siswa, berupa pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

Instrumen afektif minat siswa dalam belajar sejarah untuk bab materi evolusi makhluk hidup

1. Saya menganggap materi evolusi makhluk hidup sebagai materi yang penting untuk dipelajari.

2. Saya paham terhadap materi evolusi yang diajarkan guru.

3. Saya menulis penjelasan dari guru tentang materi evolusi di buku catatan.

4. Soal-soal tugas yang diberikan guru tentang materi evolusi bisa saya kerjakan dengan mudah.

Angket tersebut dapat disebarkan ke siswa agar diisi oleh mereka. Guru dapat menggunakan ini sebagai sebagai contoh instrumen afektif dalam mengukur tingkat afektif siswa (berupa perilaku yang memberatkan perasaan, emosi, atau derajat tingkat penolakan atau penerimaan terhadap suatu objek) dalam proses pembelajaran. Demikian ulasan tentang hal tersebut. Semoga bermanfaat. (ANG)