Contoh Isi Kitab Kuning Terjemahan untuk Santri Pemula

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam mempelajari ajaran Islam, kitab kuning menjadi salah satu sumber referensi atau rujukan yang valid yang banyak digunakan di pondok pesantren. Kitab kuning membahas hal-hal yang berhubungan dengan fiqh, aqidah, akhlak, tata bahasa, hadis, tafsir dan lain sebagainya.
Pengertian Kitab Kuning
Sebelum membahas mengenai contoh isi kitab kuning, dikutip dari buku Kitab Kuning dan Dinamkia Studi Keislaman, Mohammad Thoha (2018: 5) kitab kuning didefinisikan sebagai sehimpunan buku yang berisi pelajaran-pelajaran agama Islam (dirasat Islamiyyah) yang mencakup fiqh, aqidah, tasawwuf, akhlaq, dan tata bahasa. Kitab kuning menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan sistem pendidikan pesantren, sebagai bahan kajian utama dalam mendalami Islam.
Contoh Isi Kitab Kuning
Berikut adalah contoh kitab kuning terjemahan dan gambaran secara garis besar mengenai isinya yang sering diajarkan di pesantren.
Kitab Al-Ajurumiyah yaitu salah satu kitab kuning yang mempelajari ilmu nahwu. Setiap santri yang menginginkan belajar kitab kuning lebih lanjut maka harus mempelajari kitab ini terlebih dahulu karena tidak mungkin bisa membaca kitab kuning tanpa belajar kitab Jurumiyah, sebagai pedoman dasar dalam ilmu nahwu
Kitab Amtsilah At-Tashrifiyah adalah kitab kuning yang berisi mengenai shorof, di mana ilmu ini sangat berkaitan dengan kitab Al-Ajurumiyah yang membahas mengenai nahwu. Nahwu dan shorof tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya dalam mempelajari kitab kuning. Salah satu kitab yang paling dasar dalam mempelajari ilmu shorof adalah kitab Amtsilah Tashrifiyah yang dikarang oleh salah satu ulama Indonesia yaitu KH. Ma’shum ‘Aly dari Jombang.
Kitab Mushtholah Al-Hadits yaitu kitab kuning yang mempelajari mengenai seluk beluk ilmu hadis. Mulai dari macam-macam hadis, kriteria hadis, syarat orang yang berhak meriwayatkan hadits dan lai-lain yang dijadikan bukti kevalidan suatu matan hadits.
Isi kitab kuning terjemahan itu menjadi bahan belajar utama di pesantren khususnya santri pemula. Kitab kuning yang mempunyai beberapa tingkatan itu harus dipelajari dengan seksama selama belajar di pondok pesantren. (WWN)
