Contoh Jurnal Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jurnal modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional adalah jurnal yang perlu dikerjakan oleh peserta PPG 2025 Dalam Jabatan (Daljab). Jurnal tersebut terdapat di platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK).
Jurnal Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional perlu diunggah setelah guru mengerjakan latihan pemahaman, cerita reflektif, dan post test di Ruang GTK.
Jurnal Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional PPG 2025
Mengutip website guru.kemdikbud.go.id, jurnal modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional perlu diterapkan dalam proses belajar-mengajar. Pasalnya, setiap anak mempunyai permasalahan tertentu yang berpotensi membuatnya sering berperilaku agresif di sekolah. Adapun contoh jurnal tersebut yakni sebagai berikut:
Jurnal Pembelajaran: Peran Guru Sebagai Teladan pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
A. Latar Belakang
Pembelajaran Kurikulum Merdeka tidak hanya berfokus pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan kesejahteraan siswa. Salah satu pendekatan untuk mencapai tujuan tersebut yakni Pembelajaran Sosial Emosional (PSE).
B. Peran Guru sebagai Teladan dalam Pembelajaran Sosial Emosional
1. Pengertian
Pembelajaran Sosial Emosional merupakan proses pengembangan lima kompetensi sosial dan emosional siswa secara kolaboratif oleh seluruh warga sekolah. Berdasarkan CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning), kelima kompetensi tersebut yaitu:
Kesadaran Diri (Self-awareness)
Manajemen Diri (Self-management)
Kesadaran Sosial (Social-awareness)
Keterampilan Berelasi (Relationship skills)
Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab (Responsible decision-making)
2. Tujuan
Tujuan Umum PSE: Menjadikan siswa berkarakter, memiliki hubungan sosial yang sehat, dan mampu mengelola emosionalnya.
Tujuan Spesifik: Siswa dapat mengidentikasi emosi tokoh dalam teks narasi, mampu menghubungkan emosi tokoh dengan pengalaman pribadinya, dan menunjukkan empati kepada tokoh di dalam cerita.
3. Tantangan
Keragaman Latar Belakang Siswa: Setiap siswa mempunyai fase perkembangan sosial emosional yang tidak sama, sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda-beda.
Konsistensi Guru: Menjadi teladan yang konsisten adalah tantangan terbesar. Mengingat,nguru juga manusia yang mempunyai emosi dan masalah pribadi yang bisa memengaruhi perilakunya di kelas.
Keterbatasan Waktu: Mengintegrasikan PSE secara intensif membutuhkan waktu yang lebih banyak di luar jam pelajaran.
C. Rancangan Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Kelas/Fase: IV / A
Materi: Memahami Isi dan Amanat dalam Teks "Kisah Si Kancil dan Buaya”
1. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan membaca bersama, siswa mampu mengidentifikasi tokoh, watak, dan latar di dalam teks narasi "Kisah Si Kancil dan Buaya" dengan tepat.
Melalui diskusi kelompok, siswa mampu mengidentifikasi jenis-jejis perasaan yang dialami tokoh dalam cerita dan penyebabnya. 2. Kegiatan Pembelajaran
Baca juga: Contoh Penerapan Pasal dalam Pembelajaran Sosial Emosional di Kelas
Contoh jurnal modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional sangat berguna untuk proses pembelajaran. Dengan begitu, diharapkan siswa dapat memiliki kemampuan sosial emosional yang baik. (DLA)
