Konten dari Pengguna

Contoh Kalimat Aksara Jawa Pasangan dan Penggunaannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bentuk suku kata aksara Jawa. Sumber: ubaya.ac.id
zoom-in-whitePerbesar
Bentuk suku kata aksara Jawa. Sumber: ubaya.ac.id

Aksara Jawa merupakan salah satu warisan budaya dari Jawa yang umumnya dipelajari oleh siswa pada mata pelajaran Mulok (Muatan Lokal). Adapun tujuan dari pemberian materi tersebut untuk mengenalkan serta melestarikan kebudayaan Jawa. Bagaimana contoh kalimat aksara Jawa pasangan yang dipelajari dalam Mulok?

Aksara Jawa pada awalnya merupakan tanda penghormatan yang dibuat oleh Aji Saka, seorang kesatria Jawa kepada kedua abdinya yakni Dora dan Sembada yang tewas akibat memenuhi amanat Aji Saka untuk menjaga keris berharga. Untuk menghormati kesetiaan abdinya tersebut, maka Aji Saka menuliskan barisan aksara dengan tulisan yang memuat 20 suku kata berikut:

Contoh Kalimat Aksara Jawa Pasangan yang Perlu Dipahami Pelajar

Dikutip dari buku Pelestarian dan Modernisasi Aksara Daerah karya Amir Rochkyatmo, ‎Sri Guritno (1996: 42), aksara Jawa dikenal pula dengan sebutan aksara Carakan, sebab dalam alfabet pertamanya berisi kalimat “ha-na-ca-ra-kan”. Penulisan aksara Jawa tidak memiliki spasi untuk memisahkan kata per kata sehingga tiap katanya akan ditulis secara menyambung. Untuk mengubah bunyi kata asalnya menjadi huruf vokal, maka kita bisa menambahkan sandhangan (pakaian) seperti bentuk berikut:

Ilustrasi sandangan aksara Jawa. Sumber: Pelestarian dan Modernisasi Aksara Daerah karya Amir Rochkyatmo, ‎Sri Guritno (1996: 42)

Dalam menuliskan aksara Jawa, maka dikenal pula istilah pasangan atau jodhone. Mengutip dari buku Kamus Indonesia Jawa, Sutrisno Sastro Utomo (2015, 797), setiap huruf dalam aksara Jawa memiliki pasangan. Adapun yang dimaksud pasangan tersebut ialah huruf yang diletakan sesudah ataupun sebelum kata dasar yang digunakan untuk mematikan bunyi vokalnya. Singkatnya aksara Jawa pasangan tersebut digunakan untuk mengubah kata dasar menjadi bunyi konsonan. Adapun bentuk-bentuk aksara pasangan tersebut ialah sebagai berikut:

Ilustrasi aksara Jawa pasangan. Sumber: Ban PT

Untuk dapat menulisan aksara Jawa sesuai dengan pasangannya tersebut, maka kita bisa mengamati contoh kalimat aksara Jawa pasangan berikut ini:

  1. Mangan Sega, berasal dari kata dasar carakan yakni manganasega (makan nasi), untuk mengubah suku kata “na” menjadi huruf konsonan, maka kata “na tersebut harus diberikan pasangan sehingga bunyinya menjadi “n”, barulah setelahnya ditulis menjadi mangan-sega.

  2. Jogja, berasal dari kata carakan yakni jogaja. Untuk membuat “ga” menjadi konsonan maka perlu ditambahkan pasangan, sehingga tulisannya berubah menjadi jog-ja.

  3. Reresik Kebon, berasal dari kata reresikakebona yang artinya membersihkan kebun. Untuk mematikan vokal “ka” menjadi “k”, dan “na” menjadi “n” maka perlu ditambahi pasangan pada suku kata “ka” dan “na” sehingga tulisannya menjadi reresik-kebon.

Demikianlah ulasan singkat mengenai contoh kalimat aksara Jawa pasangan yang dipelajari dalam mata pelajaran muatan lokal bagi siswa. (HAI)