Konten dari Pengguna

Contoh Kato-kato Minang Padiah Tentang Kehidupan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kato-kato Minang Padiah, sumber foto: (Ainun Jamil) by Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kato-kato Minang Padiah, sumber foto: (Ainun Jamil) by Unsplash.com

Minang atau Minangkabau adalah sebutan untuk suku yang berasal dari Sumatera Barat. Kato-kato Minang Padiah merupakan istilah yang sangat lekat dengan suku yang sangat menjaga adat dan tradisi aslinya tersebut.

Mengutip buku Pusaka Nenek Moyang yang Pantang DIsayang oleh Gardjito, dkk (2019), Minangkabau tidak hanya nama dari sebuah etnis, tetapi merupakan tempat berdirinya Kerajaan Pagaruyung yang pernah menguasai wilayah Minangkabau.

Seperti suku-suku lain di Indonesia, Minangkabau terkenal sebagai suku yang menjaga petuah atau kata-kata bijak dalam bahasa aslinya. Penggunaan bahasa daerah tersebut tersusun dengan rapi dan indah, sehingga tidak jarang orang yang berasal dari luar Minang tertarik untuk mempelajarinya.

Masih banyak suku Minang yang menjaga kata-kata bijak Minang dari nenek moyang dan dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Tidak ada salanya menjadikan petuah bijak tersebut sebagai pengingat, sehingga kita selalu termotivasi untuk melakukan kebaikan.

Contoh Kato-kato Minang Padiah Tentang Kehidupan

Ilustrasi Kato-kato Minang Padiah, sumber foto: (Suar Di) by Unsplash.com

Bahasa Minang memang sangat menarik untuk dipelajari. Jika ingin belajar Bahasa Minang melalui kato-kato Minang padiah, simak contoh kalimat di bawah ini:

1. Muncuang disuok jo pisang, ikua dikaik jo duri.

Artinya : Mulut disuap dengan pisang, pantat dikait dengan duri. Manis perkataanya, namun jahat maksudnya.

2. Mampabauakan antimun jo durian.

Artinya : Mencampurkan mentimun dan durian.

3. Manang jadi arang kalah jadi abu

Artinya : Pertikaian yang tidak ada Pemenangnya.

4. Uruak muko camin di belah

Artinya : Orang yang tidak mau intropeksi diri.

5. Tabali kuciang dalam karuang

Artinya : Membeli kucing dalam karung.

6. Bak pinang dibalah duo

Artinya : Seperti pinang dibelah dua. Dua orang yang serupa benar, misalnya adik atau anak kembar.

7. Indak duo kayonyo

Artinya : Tiada dua kayanya. Maksudnya, tiada ada orang lain sekaya dia.

8. Iyo Sabana Makan Katan Indak Ba karambia.

Artinya : Tidak Pernah Mendapatkan Pelayanan Baik.

9. Duduak sahamparan, makan saedangan

Artinya : Duduk sehamparan, makan sehidangan.

10. Tibo nampak muko, pai nampak pungguang

Artinya : Datang baik-baik pulang baiki-baik/pamitan.

Kata-kata bijak suku Minang di atas mungkin terlihat sangat singkat. Namun, makna yang terdapat di dalamnya sangat dalam untuk kehidupan. Tentunya, masih banyak kalimat dalam Bahasa Minang yang sangat menarik untuk dipahami, sehingga wawasan tentang bahasa daerah lebih meningkat.

(DLA)