Konten dari Pengguna

Contoh Kitab Kuning dan Terjemahannya untuk Belajar di Pesantren

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kitab kuning, sumber foto: https://www.pexels.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kitab kuning, sumber foto: https://www.pexels.com/

Kitab kuning merupakan salah satu bahan ajar di pondok pesantren dan referensi dalam mempelajari kajian Islam. Dalam mempelajari kitab kuning harus mengetahui dan memahami dengan baik Bahasa Arab yang baik dan benar. Karena kitab kuning ditulis dalam Bahasa Arab.

Dikutip dari buku Generasi Emas Santri Zaman Now, (Nasrullah Nurdin (2019: 30), kitab kuning atau al-kutub ash-shafra adalah kitab Islam klasik yang sangat khas dalam dunia pesantren. Beragam tema ditulis oleh para ulama terdahulu. Dinamakan kitab kuning karena buku tersebut dicetak di atas kertas berwarna kuning.

Sedangkan menurut Imam Bawani, kitab kuning diartikan kitab gundul karena tidak memiliki harakat seperti halnya Al-Quran yang ada tanda baca seperti fathah, kasrah, dhammah dan sukun. Sehingga kalimat per kalimat dapat dipahami secara menyeluruh.

Contoh Kitab Kuning dan Terjemahannya

Ilustrasi kitab kuning, sumber foto: https://www.pexels.com/

Berikut adalah contoh dari kitab kuning dan isi yang dibahas atau terjemahannya :

  1. Kitab Arba’in Nawawi merupakan kitab dasar dalam menspesifikasikan kedudukan hadis. Berbeda lagi dengan kitab matan hadits yang harus dipelajari di dunia pesantren, yaitu Kitab Arba’in Nawawi karangan Abu Zakariya Yahya bin Syaraf bin Murri Al Nizami An-Nawawi yang berisi 42 matan hadits

  2. Kitab At-Taqrib kitab ini membahas mengenai fiqh yang merupakan hasil turunan dari Al-Quran dan Al-Hadist setelah melalui berbagai paduan dalam ushul fiqh. Kitab Taqrib yang dikarang oleh Al-Qodhi Abu Syuja’ Ahmad bin Husain bin Ahmad Al-Ashfahaniy adalah kitab fiqh yang menjadi rujukan dasar dalam mempelajari ilmu fiqh.

  3. Kitab Aqidatul Awam merupakan kitab kuning yang membahas mengenai hal mendasar dalam agama yaitu kepercayaan atau aqidah. Apabila aqidah sudah mantap, kuat dan benar maka dalam menjalani syariat agama tidak akan menyeleweng dari aturan syariat yang telah ditentukan. Kitab dasar aqidah yang dipelajari dipesantren adalah kitab Aqidatul Awam karangan Syaikh Ahmad Marzuqi Al-Maliki berisi 57 bait nadzom. Kitab ini dikarang atas perintah Rasulullah yang mendatangi sang pengarang melalui mimpinya. Hingga beliau mampu menyelesaikan kitab tersebut sebagai acuan sumber literasi ilmu Aqidah di berbagai tempat.

Dari penjelasan tentang kitab kuning dan terjemahannya di atas, dapat disimpulkan bahwa kitab kuning adalah sumber utama belajar kajian Islam yang diajarkan di pondok pesantren yang bisa dikuasai dengan mempelajari bahasa Arab secara lancar terlebih dahulu agar tidak terjadi pemahaman yang berbeda. (WWN)