Contoh Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Koneksi antar materi modul 3.1 Pengambilan Keputusan merupakan salah satu materi yang dibahas dalam cara menjadi pemimpin yang baik yang perlu dipahami dalam dunia pendidikan. Hal ini membahas lebih dalam mengenai cara membuat dan mengambil keputusan yang tepat.
Sebelum mengetahui lebih dalam mengenai materi ini, perlu diketahui terlebih dahulu definisi dari modul. Biasanya, istilah modul ini digunakan dalam bidang pendidikan.
Contoh Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan untuk Belajar
Mengutip dari dalam buku berjudul Modul Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar/Modul Pembelajaran, Rudy Gunawan (2022: 5), modul merupakan bagian dari bahan ajar yang disusun secara sistematis. Modul memuat satu paket pengalaman belajar yang terencana dan disusun agar mahasiswa menguasai tujuan belajar yang spesifik.
Terdapat berbagai modul yang disajikan dalam bidang pendidikan, salah satunya adalah koneksi antar materi modul 3.1 Pengambilan Keputusan. Berikut ini adalah beberapa contohnya.
1. Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?
Jawaban:
Seorang pemimpin pembelajaran dapat menggunakan filosofi Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani sebagai landasan dalam membuat dan menjalankan berbagai keputusan. Keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin pembelajaran menjadi lebih efektif saat pemimpin tersebut mampu memberikan teladan bagi murid dan lingkungannya.
2. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?
Jawaban:
Nilai-nilai kebajikan yang tertanam dalam diri seseorang akan muncul dalam bentuk karakter pribadi setiap individu. Karakter seorang pemimpin yang bertanggung jawab dapat dilihat dari kepribadian, watak serta sifat yang dimilikinya. Pembentukan karakter dalam diri setiap individu akan terjadi melalui proses pembelajaran yang dilalui sepanjang hidupnya. Seorang pemimpin dengan karakter yang baik dapat membuat keputusan-keputusan yang baik dan bertanggung jawab. Karakter seorang pemimpin dapat disebut berbanding lurus dengan prinsip-prinsip yang akan digunakannya dalam mengambil keputusan.
3. Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?
Jawaban:
Kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosional memiliki pengaruh yang cukup besar dalam pengambilan keputusan. Ketika akan melakukan pengambilan keputusan maka harus berlandaskan pada nilai-nilai kebajikan serta regulasi yang ada dengan berpedoman pada 9 langkah pengambilan keputusan. Melalui kedua dasar tersebut maka dapat membantu orang lain menilai dan menganalisis sehingga dapat membedakan antara dilema etika atau bujukan moral.
4. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
Jawaban:
Pengambilan keputusan yang tepat tentu memiliki dampak yang baik yaitu terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Hal tersebut karena semua pihak yang terlibat dalam kondisi tersebut tidak akan merasa dirugikan oleh keputusan yang telah dibuat pemimpinnya. Maka dari itu, keputusan yang diambil perlu berdasarkan dengan nilai-niali kebajikan, keteladanan, cukup bijaksana dan tidak melanggar norma.
Baca juga: Koneksi Antar Materi Modul 2.3 Coaching untuk Supervisi Akademik
Contoh koneksi antar materi modul 3.1 ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu materi yang tepat untuk mengenal modul dalam dunia pendidikan. (DAP)
