Contoh Kultum Singkat tentang Tahun Baru Islam 1444 Hijriah

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam beberapa hari lagi, umat Islam akan memperingati pergantian datangnya tahun Hijriah yang ke 1444. Peringatan tahun baru Islam sering kali dirayakan dengan berbagai acara. Namun untuk meraih kebaikan dalam memperingati tahun baru, bercerama dan kultum singkat menjadi salah satu cara yang banyak digunakan. Berikut, contoh kultum singkat tentang tahun baru Islam 1444 Hijriah yang bisa Anda jadikan sebagai referensi.
Contoh Kultum Singkat tentang Tahun Baru Islam 1444 Hijriah
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin wa bihi nasta’in wa ‘ala umurid dunya wad din. Wa shatu wa salam ‘alla sayyidina wa maulana Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Amma ba'du.
Tak terasa kita sudah bertemu dengan tahun baru 1444 Hijriah. Pergantian tahun selalu memiliki makna tersendiri. Namun, penanggalan Hijriah bukanlah ditetapkan oleh Nabi Muhammad SAW maupun sahabat terdekat beliau, Abu Bakar ash Shidiq. Akan tetapi dipilih oleh khalifah kedua Umar bin Khattab.
Seperti yang disudur dari laman nu.or.id, Umar bin Khattab memilih awal penanggalan Hijriah bukan berasal dari kelahiran ataupun diangkatnya Muhammad bin Abdullah. Namun didasakan dari hijrahnya beliau dari Makkah ke Madinah. Kisah ini mengandung tekad, semangat perjuangan, perencanaan, dan kerja keras ke arah tujuan yang jelas terealisasinya nilai-nilai kemanusiaan universal yang berlandaskan asas ketuhanan dalam Islam rahmatan lil ‘alamin.
Imam Ibnu al-Jauzi dalam kitab al-Muntadham fi Tarikh al-Muluk wal Umam (4/227), pada saat kekhalifahan Umar bin Khattab dan kepengurusan negara telah tertata rapi, Umar pernah menerima sebuah dokumen yang bertuliskan Sya‘ban. Umar berkata, "Yang dimaksud di sini, Sya‘ban yang mana? Yang lalu, akan datang, atau sekarang?" Kemudian Umar mengumpulkan para sahabat dan berkata kepada mereka, "Tetapkan tahun untuk masyarakat, yang bisa mereka jadikan sebagai acuan!"
Ada yang mengusulkan agar menggunakan acuan penanggalan kalender bangsa Romawi. Namun, usulan ini dibantah karena penanggalan kalender Romawi sudah terlalu tua. Perhitungannya sudah dibuat sejak zaman Dzulqarnain (zaman sebelum Masehi). Ada yang mengusulkan lagi agar menggunakan acuan penanggalan kalender bangsa Persia. Usulan ini juga dibantah karena setiap kali rajanya naik tahta, raja tersebut akan meninggalkan sejarah sebelumnya.
Akhirnya mereka sepakat dengan melihat berapa lama Rasulullah SAW hidup bersama mereka di Madinah. Mereka mendapati bahwa beliau telah berada di kota Madinah selama 10 tahun. Maka dicatatlah penanggalan kalender Islam berdasarkan awal hijrah Rasulullah SAW, yang berarti bahwa peristiwa itu terjadi pada tahun ke-16 setelah hijrah.
Tahun baru Islam juga menjadi awal dari bulan Muharram. Bulan Muharram sendiri adalah satu dari empat bulan haram. Artinya, segala amal ibadah umat Islam akan Allah SWT lipatgandakan. Terlebih, menunaikan puasa sunnah di bulan tersebut. Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (Muharram). Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)
Selain itu, pada bulan Muharram terdapat sebuah hari yang memiliki keutamaan menghapus dosa satu tahun yang lalu. Puasa tersebut adalah puasa asyura yang dilaksanakan pada 10 Muharram.
Sebagaimana dari sebuah hadits dari Abu Qotadah al Anshoriy, ia berkata:
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, “Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, “Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)
Semoga kita diberi kesempatan Allah SWT untuk dapat memanfaatkan datangnya tahun baru Islam dan mendapat keberkahan dari keutamaan bulanp Muharram, terutama pada hari ke-10 dan mendapatkan keutamaannya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Demikian penjelasan contoh kultum singkat tentang tahun baru Islam 1444 Hijriah yang akan diperingati sabtu nanti. Semoga bermanfaat.(MZM)
