Konten dari Pengguna

Contoh Materi Kultum Singkat untuk Remaja yang Menginspirasi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kultum. (Foto: mucahityildiz by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kultum. (Foto: mucahityildiz by https://pixabay.com)

Kuliah Tujuh Menit atau yang dikenal dengan istilah kultum merupakan salah satu model ceramah agama yang populer pada masyarakat modern. Adapun materi ceramah kultum harus singkat dan padat, sehingga dapat disampaikan dalam durasi kurang lebih tujuh menitan. Kultum dapat disampaikan kepada setiap kalangan masyarakat, misalnya contoh materi kultum singkat untuk remaja yang menginspirasi dalam artikel ini.

Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai contoh materi kultum singkat untuk remaja tentang menyikapi perbedaan. Harapannya, contoh kultum ini dapat menjadi inspirasi kamu di bulan Ramadhan ini.

Contoh Kultum untuk Remaja

Ilustrasi Kultum. (Foto: adelbayoumi by https://pixabay.com)

Berikut adalah contoh materi kultum singkat untuk remaja yang dikutip dari buku 65 Kultum Kamtibmas yang ditulis oleh K. H. D. Syarif Hidayatullah (2020: 17):

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. 49: 13)

Berdasarkan ayat ini, manusia diciptakan oleh Allah SWT kaya dengan perbedaan, mulai dari perbedaan warna kulit, suku, bangsa, bahasa, sampai dengan perbedaan pada selera, isi hati, pikiran, cita-cita, dan keinginan.

Namun, perbedaan-perbedaan tersebut bukan membuat kita saling merasa paling unggul apalagi saling menyalahkan satu sama lain. Justru perbedaan tersebut menjadi sarana untuk saling mengenal dan saling sambung rasa di antara umat manusia, karena hanya ketakwaanlah yang membedakan mereka di hadapan Allah Swt.

Perbedaan merupakan sunnatullah yang tidak bisa dihindari, dan bukan bahan untuk unjuk kelebihan dan kesombongan, tetapi merupakan karunia yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat manusia, dan harus disyukuri oleh semua orang.

Apabila semua sudah berniat baik untuk saling memahami perbedaan, saling mengenal dan saling sambung satu sama lain, serta saling menjaga perasaan orang lain, maka akan terbangun masyarakat yang aman dan nyaman.

Untuk itu, mari kita buktikan bahwa perbedaan itu membawa rahmat. Meski beragam dan berbeda bahkan tidak saling setuju, namun kita bisa saling sambung dengan suasana tetap kondusif dan konstruktif.

Semoga contoh kultum di atas menginspirasi Anda. (CHL)