Contoh Modul Kokurikuler SD untuk Panduan Pendidik

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kokurikuler merupakan pembelajaran yang dilakukan di luar kelas atau non-tatap muka. Pembelajaran ini merupakan bagian dari kegiatan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik. Contoh modul kokurikuler SD bisa menjadi panduan untuk pendidik.
Modul ini bisa membangun pendidik untuk menciptakan kegiatan yang menarik dan terstruktur. Dengan hal tersebut, potensi yang dimiliki peserta didik bisa dikembangkan dengan baik.
Contoh Modul Kokurikuler SD untuk Panduan Pendidik agar Potensi Peserta Didik Berkembang
Sebelum membahas contoh modul kokurikuler SD, perlu mengenal terlebih dahulu apa itu kegiatan kokurikuler. Dikutip dari buku Pengantar Supervisi Pembelajaran karya Achad Djailani (2023), pengertian kokurikuler adalah sebagai berikut.
Kokurikuler merupakan kegiatan yang dikhususkan untuk memperdalam dan menghayati mata pelajaran yang telah dipelajari. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh peserta didik secara pribadi maupun kelompok.
Dalam menyusun pembelajaran atau kegiatan kokurikuler, pendidik harus memperhatikan beberapa hal berikut:
Kegiatan kokurikuler tidak membuat beban belajar peserta didik menjadi berlebih.
Kegiatan tidak menimbulkan biaya tambahan yang memberatkan peserta didik dan orang tua.
Kegiatan harus memiliki kaitan langsung dengan kegiatan intrakurikuler.
Kegiatan kokurikuler harus mampu memberi peserta didik kesempatan untuk mendalami dan menghayati materi yang dibahas.
Dilakukan dengan sistem administrasi yang teratur, termasuk penilaian dan pemantauan dari pendidik.
Berikut adalah contoh modul yang bisa menjadi panduan bagi pendidik agar pembelajaran di luar kelas menarik dan bermanfaat untuk peserta didik.
A. Komponen Umum
Nama Sekolah: SD Negeri Makmur
Kelas: 2
Lingkup Materi: Aku Anak Sehat dan Ceria
Alokasi Waktu (JP): 54 JP
Sarana dan Prasarana: Smart TV, Laptop, Internet, dan Poster
Dimensi Profil: Kolaborasi, Kesehatan, dan Komunikatif
Tujuan Pembelajaran: Mengenal dan menerapkan gaya hidup sehat seperti makan makanan bergizi, rajin cuci tangan, olahraga, dan kebersihan diri.
B. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan Pendahuluan
Kelas dimulai dengan salam, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran murid.
Kelas dilanjutkan dengan doa dipimpin oleh salah seorang murid dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Guru membimbing peserta didik untuk membacakan kembali kesepakatan kelas.
Kegiatan Inti
Menonton Video 1: Anak Sehat dan Video 2: Anak Sakit.
Diskusi kelompok: mengidentifikasi perbedaan, penyebab sehat/sakit, dan cara menjaga kesehatan.
Guru mengajak siswa mengamati lingkungan sekolah (cuci tangan, kebersihan kelas) dan membahasnya secara bersama-sama.
Guru menuliskan hasil diskusi di papan tulis (Peta Konsep).
Siswa menulis dan menggambar "Tubuhku Sehat".
Kegiatan Penutup
Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan dan refleksi pelajaran hari ini.
Guru memberikan umpan balik kepada peserta didik.
Guru meminta peserta didik berdoa sebelum pulang.
Guru menginformasikan materi berikutnya.
Guru memberi salam.
Asesmen
Formatif menggunakan teknik observasi dengan instrumen catatan anekdotal.
Sumatif menggunakan penilaian kinerja dengan instrumen rubrik.
Baca juga: 3 Contoh Aktivitas Pembelajaran yang Mencerminkan Prinsip Menggembirakan
Contoh modul kokurikuler SD di atas bisa menjadi panduan untuk pendidik dalam merencanakan pembelajaran kokurikuler yang menarik dan mengembangkan potensi peserta didik. (WWN)
