Konten dari Pengguna

Contoh Muqoddimah Ceramah yang Singkat dan Mudah Dihafal

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kyai yang sedang berceramah. Sumber: https://www.freepik.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kyai yang sedang berceramah. Sumber: https://www.freepik.com/

Ketika mendengar ceramah dari ustadz maupun kiai, sebelum menjelaskan isinya pasti diawali dengan muqoddimmah sebagai kata pengantar. Lalu ketika dimintai untuk berceramah, kita juga membutuhkan muqoddimah ceramah yang bagus namun mudah diucapkan.

Contoh Muqoddimah Ceramah

Muqoddimah yang digunakan sebagai pendahuluan adalah bagian dari sebuah ceramah. Tidak hanya sekedar ucapan saja, muqoddimah memiliki karakteristik tersendiri. Sebagai mana dalam buku Public Speaking: Gaya dan Teknik Pidato Dakwah oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag. (2019: 92), pendahuluan cukup dibuat dengan kata-kata singkat tetapi mengandung uraian dengan karakteristik seperti berikut ini:

  • Menarik perhatian pendengar.

  • Mendapatkan simpati pendengar.

  • Menimbulkan keingintahuan pendengar.

  • Membuka pikiran dan hati pendengar untuk mengikuti hal-hal yang akan dikemukakan dalam pidato.

Jika sebuah muqoddimah memenuhi karakteristik di atas, maka para pendengar akan menjadi lebih tertarik pada ceramah yang akan disampaikan.

Sebagaimana Nabi Muhammad, yang berkutbah dengan menjunjung kepada Allah SWT, muqoddimah ceramah juga harus ditambah dengan memuji kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Ilustrasi orang akan berceramah. Sumber: https://www.freepik.com/

Berikut adalah contoh muqoddimah ceramah, yang penting disampaikan:

Alhamdulillah, washolatu wassalamu'ala rasulillah, wa'ala alihi wa ashhabihi wamawwalah. Rabbisyrah lii shadrii, wayassir lii amri, wahlul'uqdatan milisani, yafqahu qauli. Amma ba'du.

Pertama-tama mari kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk, saya bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata dan tidak ada sekutu bagiNya. Tak lupa marilah kita sanjungkan shalawat serta salam kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW yang telah memperantarai kita dengan hidayah Allah sehingga kita diberi limpahan rahmat dari Allah dengan merasakan nikmat Islam hingga saat ini.

Itulah contoh muqoddimah ceramah yang singkat namun tetap mudah dihafalkan. Semoga pejelasan di atas dapat digunakan untuk referensi dalam berceramah. (MZM)