Konten dari Pengguna

Contoh Naskah Kultum Singkat tentang Akhlak Remaja agar Diisi Hal Bermakna

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menyampaikan kultum tentang akhlak remaja. Foto: unsplash.com/rade_nugroho
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menyampaikan kultum tentang akhlak remaja. Foto: unsplash.com/rade_nugroho

Remaja adalah calon penerus bangsa dan agama. Merekalah yang akan menentukan bagaimana masa depan akan terjadi. Akan tetapi, dengan berkembangnya zaman, pola pikir mereka berubah dengan derasnya arus budaya yang tidak baik dan meninggalkan akan akhlak berdasarkan agama Islam. Salah satu cara untuk cara untuk mengingatkan mereka akan pentingnya akhlak adalah dengan berkultum. Berikut contoh naskah kultum singkat tentang akhlak remaha agar diisi hal-hal bermakna.

Apa Itu Akhlak?

Mengutip dari buku Akhlak Islam oleh Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi (2017:18), akhlak adalah karakter, tabiat, marwah, dan agama.

Pada dasarnya, akhlak melekat pada citra batin manusia, yaitu jiwanya, sifat-sifatnya, dan berbagai atribut yang melekat padanya yang sama seperti posisi khalaq (rupa) melekat pada citra lahirnya, sifat-sifatnya, dan berbagai atributnya. Keduanya memiliki sifat yang baik dan buruk, serta pahala dan hukuman yang keduaya lebih erat berkaitan dengan sifat-sifat citra batiniah daripada kaitannya dengan sifat-sifat citra lahiriah.

Ilustrasi kultum singkat tentang akhlak remaja. Foto: unsplash.com/esloman

Contoh Naskah Kultum Singkat tentang Akhlak Remaja

Mengutip dari laman islam.nu.id, contoh naskah kultum singkat tentang akhlak remaja agar diisi hal bermakna, yakni:

Sumpah Pemuda adalah suatu ikrar pemuda-pemudi Indonesia yang mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar tersebut merupakan hasil putusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II yang digelar pada 27-28 Oktober 1928.

Di antara pelajaran penting dalam momentum Sumpah Pemuda ini adalah pentingnya bidang pendidikan dan semangat untuk mengisi kehidupan dengan hal-hal yang bermanfaat. Terlebih bagi para generasi muda yang akan menjadi penerus tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Mereka harus mengisi masanya dengan hal-hal yang bermakna dan membawa manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

Usia remaja adalah usia yang sangat produktif untuk menuntut ilmu. Tubuh yang masih bugar dan akal fikiran yang masih tajam harus terus diasah selagi kesempatan masih terbuka lebar. Tantangan zaman yang akan dihadapi kelak tentunya lebih berat daripada masa sekarang. Generasi muda sekarang harus bersiap menjadi generasi yang tangguh menatap gelombang badai perubahan yang siap menghantam.

Generasi muda muslim zaman sekarang harus menjadi pemimpin berkualitas di masa depan. Karena masa depan agama dan bangsa tergenggam di tangan dan terpikul di atas pundak generasi muda.

Selagi pintu masih terbuka lebar, tuntutlah ilmu sebanyak mungkin. Tapi, bukan hanya dicari dan di simpan. Setelah di peroleh, ilmu juga harus diamalkan semaksimal mungkin. Allah swt. akan membuka pengetahuan baru tentang hal-hal yang belum diketahui. Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَنْ عَمِلَ بِما عَلِمَ وَرَّثَهُ اللهُ عِلْمَ ما لَمْ يَعْلَمْ

Artinya: “Barangsiapa mengamalkan apa yang telah ia ketahui, niscaya Allah akan menganugerahkan pengetahuan tentang apa yang belum ia ketahui.” (HR. Abu Nu’aim)

Masa muda dengan keadaan yang bugar, kuat dan semangat tinggi itu hendaknya diarahkan pada hal-hal yang mengandung manfaat di dalamnya; Baik manfaat kepada dirinya atau pun kepada orang lain, bahkan alam sekitarnya. Nabi Muhammad SAW bersabda:

مِن حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ

Artinya: “Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang; Jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Ahmad).

Jika kita benar-benar memegang hadits ini maka niscaya hidup akan terasa begitu memiliki arti dan, insyaallah, kita termasuk diantara golongan orang-orang yang tidak menyesal di kemudian hari dan hari kemudian.

Jangan sampai kita membiarkan masa muda kita, atau masa muda orang-orang disekitar kita terlewat begitu saja tanpa mengukir hal-hal yang bermanfaat dan baik lainnya.

Sebagaimana lazimnya semangat muda, keinginan menjadi yang terunggul, terdepan dan terbaik adalah hal yang sulit untuk dihindari. Bahkan dalam banyak hal, semangat ini cenderung baik untuk dipelihara. Oleh karenanya penting kita tengok hadits Nabi tentang seperti apakah sejatinya orang-orang yang terbaik itu. Nabi Muhammad saw. bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ

Artinya: “Sebaik-sebaik kalian adalah orang yang (paling bisa) diharapkan kebaikannya dan (paling sedikit) keburukannya hingga orang lain merasa aman.” (HR. At-Tirmidzi).

Diantara yang bisa dijadikan pedoman dari hadits ini adalah bagaimana seorang pemuda, dengan dayanya, membawa ketenteraman pada lingkungannya. Nabi saw juga bersabda:

Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).” (HR. at-Thabrani)

Dari hadits ini, selain membawa ketenteraman, pemuda yang ingin jadi terbaik haruslah pula paling memberikan manfaat kepada manusia lainnya.

Demikian uraian tentang perlunya menjaga masa muda kita dan mengisinya dengan hal-hal yang bermakna. Karena kita tahu, bahwa pemuda lah yang akan menjadi nakhoda-nakhoda kehidupan selanjutnya. Pemimpin, tokoh, dan orang-orang terkemuka, pada saatnya akan digantikan oleh mereka-mereka yang sekarang tengah menjalani masa muda. Sebagaimana ada kalam bijak mengatakan:

شُبَّانُ الْيَوْمِ رِجَالُ الْغَدِ

Artinya: “Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan”

Semoga dengan kultum tersebut dapat menggerakkan para pemuda untuk selalu berbuat diiringi dengan akidah Al-Quran dan sunnah Nabi Muhammad SAW agar bangsa dan agama semakin maju.(MZM)