Contoh Pantun Minang dengan Tiga Tema Berbeda

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu) yang tiap baitnya terdiri dari empat baris dengan sajak a-b-a-b. Ciri khas dari pantun adalah adanya sampiran atau tumpuan pada baris pertama dan kedua serta isi yang terdapat pada baris ketiga dan keempat. Selaras dengan beragamnya kebudayaan di Indonesia, pantun pun memiliki beragam istilah yang sesuai dengan daerahnya. Contohnya adalah dalam Bahasa Jawa pantun disebut parikan, dalam Bahasa Sunda disebut paparikan, dalam Bahasa Batak disebut umpasa. Selain itu, ada pula pantun lain seperti pantun Betawi dan pantun Minang.
Contoh Pantun Minang
Layaknya pantun yang pernah kita dengar atau baca, pantun Minang juga memiliki tema yang berbeda-beda. Tema tersebut bisa pantun nasihat, sukacita, dukacita, dan sebagainya. Supaya lebih paham tentang gambaran pantun Minang, berikut contoh pantun minang yang dikutip dari buku “Pantun Adat Minangkabau” karya N. M. Rangkoto (1982).
1. Pantun Nasehat yang dikutip dari Pajakumbuh dalam Rangkoto
Baburu ka padang data
Dapeklah ruso balang kaki
Baguru kapalang raja
Bak bungo kambang tak jadi
2. Pantun Berkasih-kasihan yang dikutip dari Pajakumbuh dalam Rangkoto
Ayam kuriak rampaian taduang
Ikua bajelo dalam padi
Ambiak tampruang bari makan
Dalam daerah tujuah kampung
Tuan surang tampaik hati
Nan lain hambo haramkan
Ikan banamo gambo lian
Mudiak manggonggong anak damak
Tuan sapantun gambar bulan
Indah di mato urang banyak
Duduak manyurek di kurisi
Sapantun janang dalam medan
Lakek tak mudah putuih lai
Baitu kasiah pado Tuan
3. Pantun Perceraian yang dikutip dari Pajakumbuh dalam Rangkoto
Kapa si Ali ka Bangkalih
Kapa si Tungga tak kibawan
Tuan ka pai mangaji
Hkmbo tingga tak bakawan
Tagamang aia di jajaran
Tarandam urek padi mudo
Tagamang hambo ditinggakan
Hambo lah Tuan aja manjo
Jika melihat contoh di atas, mungkin akan terbesit rasa bingung sebab biasanya pantun yang kita kenal hanya terdiri dari empat baris bersajak a-b-a-b sebagaimana penjelasan menurut KBBI. Ternyata, ada beragam jenis pantun yang dikenal dalam sastra Indonesia, lho! Ini penjelasannya untuk kamu.
Mengenal Jenis Pantun
Agus Trianto (2006: 21 – 22) dalam bukunya yang berjudul “Pasti Bisa Pembahasan Tuntas Kompetensi Bahasa Indonesia” menjelaskan bahwa ada empat bentuk pantun. Adapun bentuk-bentuk pantun tersebut, yaitu:
1. Pantun Dua Baris, yakni bentuk pantun yang sering kali kita dengar. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua merupakan isi.
2. Pantun Empat Baris, yakni bentuk pantun yang terdiri dari empat baris dengan baris pertama dan kedua sebagai sampiran serta baris ketiga dan keempat sebagai isi. Ada beragam jenis pantun dari bentuk pantun empat baris. Jenis-jenis tersebut antara lain sebagai berikut.
Pantun anak-anak
Pantun jenaka
Pantun sukacita
Pantun kiasan
Pantun nasihat
Pantun dukacita
Pantun budi pekerti
Pantun agama
3. Pantun Enam Baris, yakni pantun yang juga biasa disebut sebagai pantun talibun. Baris pertama sampai ketiga adalah sampiran kemudian baris keempat sampai keenam merupakan isi.
4. Pantun Berkait, yakni pantun yang memiliki rangkaian dan saling sambung menyambung. Contohnya adalah larik kedua dan keempat bait pertama akan kembali muncul sebagai larik pertama dan ketiga bait berikutnya. Hal ini memiliki tujuan untuk menunjukkan keterkaitan antarpantun.
Menurutmu bagaimana penjelasan seputar pantun kali ini? Jadi, sekarang tak perlu bingung bila menjumpai pantun dengan dua baris, empat baris, atau lebih, ya! (AA)
