Konten dari Pengguna

Contoh Paragraf Eksposisi Singkat dalam Pelajaran Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Paragraf Eksposisi. (Foto: lil_foot_ by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Paragraf Eksposisi. (Foto: lil_foot_ by https://pixabay.com)

Pengertian paragraf eksposisi atau paparan adalah paragraf yang berisi uraian mengenai suatu masalah bidang tertentu disertai contoh, angka-angka, statistik, atau gambar sebagai penjelas dan diakhiri dengan penegasan. Paragraf eksposisi bertujuan memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya. Pengertian lengkap eksposisi dapat dipahami lebih lanjut melalui contoh paragraf eksposisi singkat.

Dikutip dari buku Bahasa Indonesia 1 yang ditulis oleh Yohanni Johns & robyn Stokes (1978: 78), berikut adalah ciri-ciri umum yang membedakan paragraf eksposisi dibandingkan jenis paragraf lainnya:

  • Berisi uraian tentang pendapat, gagasan, atau keyakinan penulis terhadap suatu masalah bidang tertentu.

  • Uraian bersifat objektif, semata-mata hanya untuk menambah pengetahuan pembaca tanpa didasari maksud tertentu.

  • Diperjelas dengan fakta yang dilengkapi dengan angka, peta, grafis, statistik, gambar atau bagan sebagai ilustrasi.

  • Menggali melalui analisis dan sintesis.

  • Paragraf diakhiri dengan penegasan, bukan ajakan atau permintaan dukungan.

Selain pengertian dan ciri umum paragraf eksposisi, artikel kali ini akan memuat contoh paragraf eksposisi singkat dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Contoh Paragraf Eksposisi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Ilustrasi Paragraf Eksposisi. (Foto: cocoparisienne by https://pixabay.com)

Dikutip dari buku Terampil Menulis Paragraf yang ditulis oleh Asul Wiyanto (2004: 67), berikut adalah contoh paragraf eksposisi singkat:

Pendapat lama mengatakan bahwa pidato dianggap sebagai seni yang hanya dapat dilakukan dengan baik oleh orang berbakat. Mulanya Dale Carnegie, penyelenggara kursus pidato termasyhur, mengakui pendapat itu. Namun, setelah beberapa tahun menyelenggarakan kursus dengan ribuan siswa dari berbagai negara, akhirnya dia sampai pada kesimpulan bahwa pidato termasuk jenis keterampilan yang dapat dilakukan oleh semua orang normal yang berminat.

Orang yang dikaruniai bakat berpidato emang ada meskipun tidak banyak. Namun, berbeda bakat saja tanpa disertai upaya belajar dan berlatih, orang tidak akan dapat berpidato dengan baik. sebaliknya, tanpa bakat pun kalau orang mau belajar dan berlatih, ia pasti dapat melakukannya dengan baik. Sebab, pengaruh bakat itu sebenarnya hanya kecil sekali. Seorang pakar mengatakan bahwa pengaruh bakat itu hanya sepuluh persen, sedangkan sisanya yang sembilan puluh persen murni hasil belajar dan berlatih.

Semoga bermanfaat! (CHL)