Contoh Penerapan Demokrasi di Lingkungan Sekolah

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penerapan demokrasi yang dimulai dari sekolah dapat menjadi pembelajaran penting untuk berkehidupan dalam masyarakat. Lantas, apa saja penerapan demokrasi di sekolah yang dapat dicontoh oleh siswa?
Demokrasi adalah gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara. Jika mampu diterapkan di sekolah, maka siswa dapat mulai belajar mengamalkan demokrasi sejak dini.
Apa Saja Penerapan Demokrasi di Sekolah?
Mengutip buku Demokrasi dan Hak Asasi Manusia, Suarlin Fatmawati (2022), secara etimologi, demokrasi terdiri dari dua kata yang berasal dari Yunani, yaitu "demos" yang berarti rakyat atau kekuasaan suatu tempat dan "cratein" yang berarti kekuasaan atau kedaulatan.
Orang yang demokratis adalah orang yang memiliki kepedulian yang besar kepada orang lain. Bukan hanya dalam masalah politik, tetapi seorang yang mempunyai nilai demokrasi akan peduli dengan lingkungan sekitar.
Begitupun dengan nilai demokrasi yang diterapkan di sekolah. Sekolah sebagai institusi pencetat generasi masa depan Indonesia seharusnya memang juga menjadi tempat untuk memulai belajar demokrasi.
Karena saat seorang telah berada di bangku sekolah, interaksi untuk bertemu dan berhubungan dengan banyak orang mulai terjadi. Ini berbeda saat hanya berada di lingkungan tempat tinggal saja.
Jika ada pertanyaan, apa saja penerapan demokrasi di sekolah. Maka berikut ini contoh penerapan sikap demokrasi di sekolah.
1. Mematuhi Aturan Sekolah
Mematuhi aturan sekolah adalah contoh penerapan demokrasi yang utama di sekolah. Karena aturan dibuat dan dihasilkan dari kesepakatan bersama untuk menuju hasil yang lebih baik.
Dengan menyikapinya secara tertib, maka seorang siswa telah menanamkan sikap demokrasi.
2. Aktif dalam Musyawarah Kelas
Kelas adalah lingkungan kecil sebuah demokrasi di sekolah. Di dalam kelas, terdapat jabatan-jabatan kecil, seperti ketua kelas, sekretaris kelas, bendahara kelas, dan lain sebagainya.
Dengan ikut aktif turut serta dalam musyawarah kelas, maka seorang siswa telah belajar mengamalkan nilai demokrasi. Contoh hasil demokrasi dalam musyawarah kelas adalah penentuan jadwal piket dan pemilihan ketua kelas.
3. Menghormati Keyakinan Agama Lain
Dalam sekolah negeri pada khususnya, biasanya terdapat siswa yang berbeda keyakinan agama dengan mayoritas. Dan biasanya juga, fasilitas sekolah terkadang belum mengakomodir tempat ibadah dari agama tersebut.
Untuk itu, sebagai siswa yang ingin menanamkan nilai demokrasi sejak dini, maka harus belajar untuk menghormati siswa yang memeluk keyakinan agama lain. Sekolah menjadi tempat yang tepat untuk memulai menanamkan nilai demokrasi untuk menghargai agama lain.
Baca Juga: Makna Nilai Persatuan dalam Pancasila dan Implementasinya di Kehidupan
Demikian uraian tentang apa saja penerapan demokrasi di sekolah. Semoga informasi ini dapat membuat siswa lebih termotivasi untuk memulai menerapkan sikap demokrasi di sekolah. (ARD)
