Konten dari Pengguna

Contoh Pengalaman dalam Pemilihan Ketua Kelas pada Tahun Ajaran Baru

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Pengalaman dalam Pemilihan Ketua Kelas. Sumber: Pexels/Max Fischer
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Pengalaman dalam Pemilihan Ketua Kelas. Sumber: Pexels/Max Fischer

Contoh pengalaman dalam pemilihan ketua kelas merupakan salah satu referensi bagi pelajar yang ingin menulis cerita musyawarah. Pasalnya, pengalaman tersebut termasuk kegiatan untuk mencapai keputusan bersama.

Dikutip dari laman KBBI Daring, kbbi.kemdikbud.go.id, musyawarah adalah pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah. Demikian menjadi jelas bahwa pemilihan ketua kelas termasuk musyawarah.

Contoh Pengalaman dalam Pemilihan Ketua Kelas

Ilustrasi Contoh Pengalaman dalam Pemilihan Ketua Kelas. Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk

Ketika mendapat tugas untuk menulis cerita tentang musyawarah, setiap orang dapat menulis cerita berdasarkan pengalaman pribadi. Salah satu contoh adalah pengalaman dalam pemilihan ketua kelas di tahun ajaran baru.

Pemilihan ketua kelas merupakan musyawarah rutin setiap memasuki tahun ajaran baru sebab pelajar pun turut memasuki tingkat baru (naik kelas). Oleh karena itu, pemilihan ketua kelas termasuk topik yang tepat untuk menulis cerita musyawarah.

Berikut adalah contoh pengalaman dalam pemilihan ketua kelas yang dapat menjadi referensi sebelum menulis cerita tentang musyawarah.

Pemilihan Ketua Kelas

Sinar matahari mulai menyusup ke kamarku. Pagi ini adalah hari Senin, hari pertama aku masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas. Walaupun masih sedikit mengantuk, aku tetap mencoba bangun dari kasur dan bergegas untuk mandi.

“Ratna… Ratna…”, Rika memanggilku dari luar rumah. Aku pun ke luar dan berangkat sekolah bersama Rika. Setelah sampai di sekolah, kami mencari ruang kelas baru. Mulai hari ini, kami adalah siswa kelas 5 SD.

Layaknya hari pertama masuk sekolah, belum ada agenda yang padat di hari ini. Hari pertama masuk sekolah adalah waktu perkenalan dan pembentukan struktur organisasi kelas. Ketika wali kelas masuk, kami pun mulai melakukan pemilihan ketua kelas.

Pemilihan ketua kelas dimulai. Aku mengajukan diri untuk menjadi moderator, yakni orang yang memimpin serta menengahi diskusi. Setelah itu, beberapa siswa mencalonkan diri untuk menjadi ketua kelas, ada Sukma, Bagas, Andre, dan Bunga.

Pemungutan sura pun dimulai dengan cara menulis nama calon di kertas kecil dan mengumpulkannya di kotak suara. Setelah itu, perhitungan jumlah suara pun berlangsung. Seharusnya, pemilihan ketua kelas berjalan lancar dan langsung menemukan hasil.

Namun, ada jumlah suara yang sama antara Bagas dan Bunga. Teman satu kelas pun menyebutkan preferensi masing-masing sehingga suasana menjadi gaduh. Aku sebagai moderator harus mencari jalan tengah.

Aku memberikan arahan untuk melakukan pemungutan suara ulang untuk memilih antara Bagas dan Bunga. Teman-teman satu kelas pun setuju. Akhirnya, Bunga menjadi ketua kelas terpilih.

Wali kelas pun menyampaikan bahwa dirinya bangga terhadap kami sebab mampu menyelesaikan masalah dengan cara musyawarah. Selain itu, wali kelas juga menganggap kami sebagai murid yang baik sebab menghargai hasil musyawarah mufakat.

Kumpulan Topik untuk Menulis Cerita Musyawarah

Ilustrasi Contoh Pengalaman dalam Pemilihan Ketua Kelas. Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk

Selain pengalaman pemilihan ketua kelas, seseorang juga dapat memilih topik lain untuk menulis cerita musyawarah. Beberapa referensi topik tersebut, yaitu:

  • Diskusi tentang jadwal piket;

  • Menentukan tempat rekreasi bersama teman;

  • Menentukan iuran kelas atau lingkungan; dan lain-lain.

Hal yang paling penting dalam menulis cerita musyawarah adalah topiknya sesuai dengan ciri-ciri musyawarah. Dikutip dari buku Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 5, Umi (2019: 82), ciri musyawarah untuk mufakat, antara lain:

  • Sesuai kepentingan bersama.

  • Pendapat yang disampaikan mudah dipahami dan tidak memberatkan.

  • Mempertimbangkan moral dan bersumber dari hati Nurani yang jujur.

  • Pembicaraan harus dapat diterima dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani.

Baca juga: 3 Contoh Cerita tentang Liburan Sekolah untuk Inspirasi Tugas

Demikian menjadi jelas bahwa contoh pengalaman dalam pemilihan ketua kelas merupakan salah satu referensi topik cerita musyawarah. Selain topik tersebut, setiap orang dapat memilih topik masing-masing yang sesuai dengan ciri musyawarah. (AA)