Contoh Pengalaman Menghargai Pendapat Orang Lain Saat Musyawarah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Musyawarah sering dilakukan saat sedang membahas suatu masalah. Di dalam musyawarah, setiap orang harus menghargai pendapat lainnya. Oleh karena itu, muncul pertanyaan “Ceritakan pengalaman menghargai pendapat orang lain saat musyawarah!”
Bagi sebagian orang, menjawab pertanyaan tesebut tidaklah mudah. Oleh sebab itu, diperlukan pembahasan untuk menjadi referensi atau bantuan agar bisa menjawabnya.
Pengalaman Menghargai Pendapat Orang Lain Saat Musyawarah
Menurut buku Get Smart Pkn, Saniyanti Nurmuharimah (2007: 65), musyawarah ialah pengambilan keputusan bersama yang telah disepakati dalam memecahkan suatu masalah.
Musyawarah bisa dilakukan di mana saja dalam berbagai masalah. Pada setiap musyawarah, seseorang harus menghargai pendapat lainnya.
Hal di atas membuat pertanyaan “Ceritakan pengalaman menghargai pendapat orang lain saat musyawarah!” muncul. Berikut beberapa contoh jawabannya.
Contoh 1
Saat tahun ajaran baru, kelas saya mengadakan musyawarah pemilihan ketua kelas. Ada beberapa calon yang diajukan dalam pemilihan ini, yaitu Aji, Budi, dan Chacha. Para siswa pun banyak yang mempunyai pendapat berbeda.
Bagaimanapun juga, setiap siswa menghargai pendapat satu sama lain. Pada akhirnya, wali kelas memutuskan untuk melakukan voting. Aji lah yang menjadi ketua kelas karena memenangkan suara terbanyak dan semua siswa bisa menerimanya.
Contoh 2
Pada hari Minggu kemarin, Pak RT mengumpulkan semua warganya untuk membahas masalah pendirian gapura termasuk ayah dan saya. Pembahasan ini pun memakan waktu cukup lama karena ada banyak orang yang mengemukakan berbagai pendapat berbeda.
Bagaimanapun juga, musyawarah tetap berjalan dengan aman dan tenang karena setiap orang menghargai pendapat lainnya. Akhirnya setelah dua jam, desain gapura pun berhasil didapatkan.
Contoh 3
Ayah ingin merencanakan liburan tahun baru bersama keluarganya. Oleh sebab itu, beliau mengajak saya, ibu, dan kakak untuk berdiskusi tentang kota yang ingin dikunjungi. Ternyata, kami semua mempunyai pendapat yang berbeda terkait hal tersebut.
Namun, diskusi tetap berjalan dengan lancar karena kami menghargai semua pendapat yang ada. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Semarang untuk liburan sekaligus mengunjungi nenek di sana.
Baca juga: Pengertian Cerita Pengalaman dan Contohnya
Pengalaman menghargai pendapat orang lain saat musyawarah di atas hanyalah referensi saja. Oleh sebab itu, cerita lain bisa ditulis meskipun berbeda dengan ketiga pengalaman tersebut. (LOV)
