Konten dari Pengguna

Contoh Pepatah Minang Tentang Perasaan Lengkap dengan Arti dan Maknanya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pepatah Minang. (Foto: Carola68 by https://pixabay.com/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pepatah Minang. (Foto: Carola68 by https://pixabay.com/)

Pernahkah kamu membaca atau mendengar pepatah-petitih Minang? Pepatah-petitih atau pepatah Minang pada dasarnya memiliki ciri yang sama dengan puisi tradisional Melayu, bersifat ringkas, berkerat-kerat atau berpatah-patah, dan mementingkan ketepatan perkataan sebagai unsur pendidikan karakter, karena bersifat sindiran. Misalnya, contoh pepatah Minang tentang perasaan yang disampaikan dalam bentuk peribahasa atau bisa juga pepatah biasa.

Contoh pepatah Minang tentang perasaan manusia yang tidak pasti, kadang bahagia, kadang gembira, kadang bersedih dapat ditemukan di cuplikan lagu daerah Minang berjudul Roda Padati ciptaan Syahrul Tarun Yusuf yang dipopulerkan oleh Elly Kasim:

Nasib bak cando roda padati …, roda padati (Nasib bagaikan canda roda pedati …, roda padati)

Turun naiak baputa ganti baganti (turun naik berputar ganti berganti)

Baputa ka ate hyo dapek galak badarai …, galak badarai (berputar ke atas dapat gelak berderak …, gelak berderai)

Turun kabawah taimpik badan marasa’i (turun ke bawah terhimpit badan merasakan)

Pepatah Minang di atas sangat bermakna, ‘kan? Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut lagi mengenai contoh pepatah Minang lainnya.

Contoh Pepatah Minang Lengkap dengan Arti dan Makna

Ilustrasi Pepatah Minang. (Foto: EngkinAkyurt by https://pixabay.com/)

Dikutip dari buku Seni Tutur Madihin: Ekspresi Bahasa dan Sastra Banjar yang ditulis oleh Abdul Salam (2018: 112), ada banyak pepatah Minang yang disampaikan dalam bentuk pantun, mengandung sampiran dan isi. Contoh pepatah Minang tentang perasaan menghargai budi baik yang diberikan orang diungkapkan dalam bentuk pantun karya Idrus Hakimy Dt Rajo Panghulu:

Anak nalayan mambaok cangkua (Anak nelayan membawa cangkul)

Mananam ubi di tanah darek (menanam ubi di tanah darat)

Baban sakoyan dapek dipikua (beban yang banyak dapat dipikul)

Budi saketek taraso barek (budi sedikit terasa berat)

Pepatah Minang sangat kaya akan nasihat dan unsur pendidikan karakter, berikut adalah contoh pepatah Minang dan arti mengenai pentingnya menuntut ilmu yang didapat dengan berguru ke sekolah:

Anjalai tumbuah di munggu (Anjalai tumbuh di munggu)

Sugi-sugi di rumpun padi (sugi-sugi di rumpun padi)

Supayo pandai rajin baguru (Supaya pandai rajin berguru)

Supayo tinggi naikan budi (Supaya tinggi naikkan budi)

Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)