Contoh Pertunjukan Tradisional Jawa Tengah yang Masih Ada sampai Saat Ini

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang ada di Pulau Jawa dan memiliki keragaman budaya yang luar biasa seperti daerah lainnya di Indonesia. Jawa Tengah sendiri terkenal memiliki berbagai bentuk pertunjukan tradisional mulai dari tari, drama, maupun tembang atau lagu. Pada artikel ini akan membahas mengenai contoh pertunjukan tradisional jawa tengah.
Baca juga: 5 Alat Musik Tradisional Jawa Tengah, Ada Gambang sampai Suling
Contoh Pertunjukan Tradisional Jawa Tengah
Ada beberapa contoh pertunjukan tradisional jawa tengah yang masih ada sampai saat ini, ya walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa pertunjukan tersebut hanya dilakukan untuk acara tertentu saja. Namun ada usaha dari masyarakat untuk terus melestarikan peninggalan nenek moyang tersebut.
Berikut adalah beberapa pertunjukan tradisional yang masih ada sampai saat ini dikutip dari buku Ensiklopedia Pelajar dan Umum karya Gamal Komandoko, (2010).
Kethoprak
Pertunjukan pertama yang masih ada sampai saat ini adalah kethoprak. Seni pertunjukan ini berasal dari wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, dalam seni pertunjukan ini menggabungkan antara unsur drama, tari, suara, musik dan sastra. Ada beberapa ciri utama dari kethoprak yang membedakan dengan seni pertunjukan yang lainnya.
Dialognya menggunakan bahasa Jawa
Tema cerita dari dongeng dan legenda Jawa
Memiliki alur yang berbeda namun makna aslinya tidak pernah hilang
Durasinya sangat lama, minimal empat jam
Lengguk
Pertunjukan tradisional selanjutnya yang masih ada sampai saat ini adalah lengguk. Seni lengguk merupakan berupa tari dan nyanyian rakyat yang berasal dari Jawa Tengah di mana pertunjukannya diiringi dengan alat musik rebana.
Lagu-lagu yang dinyanyikan dalam pementasan rakyat ini berisi petuah atau ajaran yang bersumber dari agama Islam. Sebenarnya seni lengguk ini mirip dengan rudat.
Sintren
Pertunjukan tradisional sintren juga masih ada sampai saat ini. Pertunjukan ini berasa dari Jawa Tengah khususnya rakyat pantai Jawa Tengah sebelah utara, yang mengandung unsur mistis atau gaib.
Pemain utamanya biasanya dimainkan oleh seorang gadis belasan tahun yang menari dalam keadaan kesurupan, sementara gadis-gadis lainnya berfungsi sebagai pengiring nyanyian. Musik pengiringnya adalah angklung atau bumbung dan gong.
Demikian adalah pembahasan mengenai contoh pertunjukan tradisional jawa tengah yang masih ada sampai saat ini walau hanya dilakukan pada saat acara tertentu saja. (WWN)
