Konten dari Pengguna

Contoh Pesan Moral yang Dapat Dipetik dari Teks Anekdot APD

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tuliskan Pesan Moral yang Dapat Anda Petik dari Teks Anekdot APD! (Sumber: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tuliskan Pesan Moral yang Dapat Anda Petik dari Teks Anekdot APD! (Sumber: Pixabay)

Teks anekdot merupakan cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan. Teks ini biasanya berkisar pada orang-orang penting dan berdasarkan kejadian nyata. Tuliskan pesan moral yang dapat Anda petik dari teks anekdot APD!

Tidak semua cerita yang memiliki unsur lucu, jengket, atau konyol tergolong ke dalam teks anekdot. Hal yang membedakan teks anekdot dengan teks yang lain, yaitu teks anekdot memiliki pesan moral, memiliki unsur lucu atau konyol, dan memiliki struktur berupa abstraksi, orientasi, krisis, reaksi dan koda.

Tuliskan Pesan Moral yang Dapat Anda Petik dari Teks Anekdot APD!

Ilustrasi Tuliskan Pesan Moral yang Dapat Anda Petik dari Teks Anekdot APD! (Sumber: Pixabay)

Teks anekdot tidak harus memenuhi lima aspek berupa abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan kota. Dikutip dari buku Super Master Persiapan AKM & SK dan Pendalaman Materi US/USP SMA/MA Kelas X Saintek, Tim Quantum Research (2021: 338), aspek yang harus terdapat dalam teks anekdot adalah orientasi, krisis, dan reaksi. Berikut adalah contoh teks anekdot:

Suatu ketika, di sebuah sekolah negeri “Entah di mana”, seorang Bapak guru memberi tahu kepada anak didiknya bahwa sekolah mereka akan berubah status menjadi sekolah SBI. “Anak-anak, ada kabar gembira untuk kita semua. Tidak lama lagi sekolah kita akan menjadi sekolah SBI (Sekolah Bertaraf Internasional). Adapun laboratorium kita nantinya akan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). “Nah, untuk menyambut hal ini, saya mau tanya apa yang akan kalian siapkan?”, tanya sang guru.

“Joni, apa yang akan kamu lakukan untuk menyambut ini?”, tanya guru tersebut lebih lanjutnya. Dengan sigap si Joni pun menjawab, “Belajar bahasa Inggris, Bu”.

“Bagus sekali. Kalau kamu, Jono?” tanya guru. “Harus siapkan uang, Pak”, jawab Jono. “Loh, kok uang?”, tanya bapak guru lebih lanjut. “Ya, Pak. Soalnya kalau sekolah kita statusnya sudah SBI, pasti bayarnya lebih mahal. Masa sih bayarnya sama kayak sekolah biasa? Udah gitu, pasti nanti diminta iuran untuk ini itu”, jelas Jono lebih lanjut.

“Begini loh, kalau sekolah bertaraf internasional, artinya sekolah kita nantinya akan sama dengan sekolah luar negeri. Jadi kalian seperti sekolah di luar negeri.”, sang guru melanjutkan penjelasannya.

“Tapi Pak… kalau menurut saya, SBI itu buka Sekolah Bertaraf Internasional, tetapi Sekolah Bertarif Internasional”, Jono melanjutkan penjelasannya.

Pesan moral yang terkandung dari teks anekdot ini adalah sekolah yang bagus pasti bayarannya mahal, sekolah yang bagus biasanya hanya bisa diakses oleh orang-orang berduit saja, banyak industrialisasi dan kapitalisasi dalam bidang pendidikan, sekolah yang bayarannya mahal belum tentu bagus, dan banyaknya iuran yang dipungut.

Baca juga: Pengertian, Ciri-ciri Teks Anekdot, dan Jenisnya

Isi dari teks anekdot dapat membuat jengkel atau konyol partisipan. Perasaan tersebut muncul ketika membaca bagian teks anekdot yang merupakan tanggapan kritis dengan reaksi. Demikian jawaban dari pertanyaan tuliskan pesan moral yang dapat Anda petik dari teks anekdot APD. (CHL)