Contoh Pidato tentang Maulid Nabi yang Singkat dan Menyentuh Hati

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak lama lagi seluruh umat muslim akan merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad. Biasanya salah satu kegiatan yang dilakukan pada momen peringatan tersebut adalah dengan memberikan pidato tentang Maulid Nabi secara singkat. Pidato ini bisa disampaikan dalam berbagai kegiatan, seperti pengajian umum, majelis ta’lim, sekolah, dan tempat lainnya.
Nah, untuk Anda yang sedang mencari pidato tentang Maulid Nabi singkat dan menyentuh hati, berikut adalah contoh pidato yang dikutip dari buku Kumpulan Pidato Sederhana karya Sriyatun (2020:109) yang bisa menjadi referensi bagi Anda.
Contoh Pidato tentang Maulid Nabi yang Singkat dan Menyentuh Hati
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Alhamdulillah. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin wa bihi nasta’in wa ‘ala umurid dunya wad din. Wa shatu wa salam ‘alla sayyidina wa maulana Muhammad SAW.
Dengan hormat, bapak/ibu hadirin yang dimuliakan Allah SWT. Di kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita ucapkan rasa syukur kepada Allah SWT Yang Maha Kuasa. Alhamdulillah kita masih diberikan kenikmatan dan kesehatan tanpa halangan suatu apapun sehingga bisa berkumpul dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Sholawat serta salam mari kita curahkan kepada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW. Kali ini izinkan saya untuk menyampaikan pidato tentang Maulid Nabi secara singkat mengenai sifat terpuji dari beliau. Tentu sangat penting bagi kita sebagai umat muslim unutk senantiasa mengetahui segala sifat yang beliau miliki.
Sebagaimana yang terdapat dalam Alquran bahwasanya Allah SWT telah memberikan suri tauladan yang baik. Beliau dengan segala kebaikan dan budi luhurnya wajib kita tiru sebagai umat muslim. Meskipun sebagai manusia biasa, kita tidak bisa meniru keseluruhan sifatnya, namun sifat ini bisa menjadi aucan kita dalam berperilaku.
Perilaku jujur atau shiddiq adalah salah satu sifat yang dimiliki Rasulullah SAW. Kita bisa meniru perilaku ini agar bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat dan lingkungan sekitar. Kita juga perlu berperilaku jujus dengan diri sendiri.
Jadi, mari kita senantiasa bersikap jujur dan mneyambut peringatan ini dengan penuh rasa syukur.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Demikian contoh pidato Maulid Nabi Muhammad SAW, yang bisa diamalkan pada saat memperingatinya.(Anne)
