Contoh Prolog Drama dan Perbedaannya dengan Epilog

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata drama berasal dari bahasa Yunani yaitu dram yang berarti gerak. Drama ditampilkan di panggung dan menonjolkan dialog atau percakapan dan gerak-gerik para pemain. Dialog dan gerak-gerik yang ditampilkan tersebut mengikuti naskah. Jadi dengan menonton drama penonton tinggal menikmati cerita saja, tidak perlu membayangkan adegan seperti sedang membaca novel. Dalam naskah drama tentu ada bagian prolog. Lalu seperti apa contoh prolog drama?
Prolog dan epilog adalah salah satu unsur penting dalam drama. Singkatnya, prolog adalah pembuka. Sementara epilog adalah penutup. Agar lebih mengerti, yuk simak contoh prolog drama dan perbedaannya dengan epilog berikut ini.
Contoh Prolog Drama
Dikutip dari buku Terampil Bermain Drama karya Wiyanto (2002), prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama. Prolog ini penting untuk menyiapkan pikiran penonton agar dapat mengikuti cerita yang disajikan. Maka prolog sering berisi sinopsis cerita, perkenalan tokoh dan pemerannya, serta konflik yang akan terjadi.
Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan, isinya bisa berupa kesimpulan atau ajaran yang bisa dipetik dari drama tersebut. Berikut contoh prolog drama dan epilog yang dikutip dari buku Explore Bahasa Indonesia Jilid 2 untuk SMP/MTs Kelas VIII oleh Rachmat (2019):
Prolog
Joko sangat gembira setelah keluar dari ruang guru. Ia berlari-lari kesana kemari untuk mengekspresikan rasa bahagianya. Ia gembira karena nilai Ujian Nasional-nya bagus. Ia pun menghampiri ketiga temannya yang sedari tadi menyaksikan tingkahnya.
Nilai ujian ketiga temannya juga bagus. Mereka pun berangkulan untuk meluapkan rasa bahagia dan syukur karena telah lulus Ujian Nasional.
Epilog
Joko, Adi, Ani, dan Doni pun tersenyum sambil bergandengan tangan dengan erat. Mereka berjanji akan tetap menjaga pertemanan mereka dengan sering berkunjung walau sudah tidak satu sekolah lagi.
Beberapa Istilah dalam Drama
Dalam sebuah drama ada beberapa istilah selain prolog dan epilog yaitu:
Babak. Babak adalah bagian dari cerita drama. Dalam satu drama mungkin saja terdiri dari satu, dua atau tiga babak. Dalam pementasan, batas antara babak satu dengan babak lain ditandai dengan turunnya layar atau lampu penerang panggung dimatikan sejenak.
Adegan. Adegan adalah bagian dari babak. Sebuah adegan hanya menggambarkan satu suasana yang merupakan bagian dari rangkaian suasana-suasana dalam babak.
Dialog. Dialog adalah percakapan para pemain. Dialog menjadi pengarah cerita drama. Jalan cerita dari suatu drama diketahui oleh penonton lewat dialog para pemainnya.
Monolog. Monolog adalah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri. Isinya mungkin ucapan rasa senang, rencana yang akan dilaksanakan, dan lain-lain.
Mimik. Mimik merupakan ekspresi gerak-gerik wajah untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.
Kostum. Kostum adalah pakaian para pemain yang dikenakannya pada saat memerankan tokoh cerita di panggung.
Panggung. Panggung adalah tempat para aktor memainkan drama.
Itulah contoh prolog drama dan perbedaannya dengan epilog. Semoga bermanfaat. (KRIS)
