Konten dari Pengguna

Contoh Rencana Tindak Lanjut Rapor Pendidikan untuk Guru SD

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Rencana Tindak Lanjut Rapor Pendidikan. Sumber: Pexels/Katerina Holmes
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Rencana Tindak Lanjut Rapor Pendidikan. Sumber: Pexels/Katerina Holmes

Salah satu alat untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia adalah rapor pendidikan. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memahami contoh rencana tindak lanjut rapor pendidikan.

Rencana tindak lanjut rapor pendidikan penting untuk dibuat oleh satuan pendidikan. Sebab, dapat mengevaluasi kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran dan manajemen sekolah.

Contoh Rencana Tindak Lanjut Rapor Pendidikan yang Singkat

Ilustrasi Contoh Rencana Tindak Lanjut Rapor Pendidikan. Sumber: Pexels/Katerina Holmes

Dikutip dari situs resmi pusatinformasi.raporpendidikan.dikdasmen.go.id, Rapor Pendidikan adalah Indikator terpilih dari Profil Pendidikan yang merefleksikan prioritas Kemendikbudristek dan digunakan untuk menilai kinerja daerah dan satuan pendidikan.

Rapor pendidikan ini diperoleh dari perbandingan nilai indikator antartahun. Melalui rapor pendidikan, satuan pendidikan dapat mengidentifikasi akar masalah di sekolah tersebut. Baik dari mutu pembelajaran hingga kualitas sumber daya di sekolah.

Dengan demikian, satuan pendidikan dapat membuat rencana untuk meningkatkan mutu proses belajar dan mengajar yang lebih tepat sasaran. Berikut contoh rencana tindak lanjut rapor pendidikan yang dapat digunakan di tingkat SD.

  1. Nomor Indikator: A.1

  2. Indikator: Kemampuaan literasi persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, dan mengevaluasi beragam jenis teks.

  3. Capaian: Kurang (hanya sekitar 45% siswa mencapai kompetensi minimum literasi).

  4. Skor: Tahun 2025 (45), tahun 2024 (30), perubahan (15 atau mengalami peningkatan)

  5. Definisi Capaian: Kurang dari 50% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum dalam literasi membaca. Hal ini menunjukkan bahwa masih dibutuhkan peningkatan kualitas pembelajaran dan intervensi bagi peserta didik yang belum tuntas.

  6. Identifikasi: Kurang

  7. Refleksi:

    • Pembelajaran literasi belum sepenuhnya dapat mengembangkan kemampuan literasi dan berpikir kritis siswa.

    • Fasilitas dan bahan bacaan pendukung masih terbatas.

  8. Benahi:

    • Meningkatkan kompetensi GTK melalui pelatihan strategi pengajaran literasi yang aktif, bermakna, dan lebih kontekstual.

    • Mengoptimalkan penggunaan Platform Merdeka Mengajar untuk mengakses modul dan pelatihan literasi.

  9. Program:

    • Pelatihan guru tentang pendekatan pembelajaran literasi yang variatif.

    • Kegiatan “Satu Hari Satu Buku”.

    • Supervisi akademik untuk memantau pelaksanaan strategi literasi.

  10. Jenis Kegiatan dan Sumber Dana:

    • Pemanfaatan dana BOS Reguler untuk pengadaan buku bacaan.

    • Workshop dan pelatihan guru melalui PMM dan narasumber lokal.

Baca juga: Contoh Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Lingkungan Sekolah

Itulah contoh rencana tindak lanjut rapor pendidikan untuk guru SD. Rapor pendidikan dapat diubah menjadi format tabel agar lebih rapi dan mudah dibaca. (FAR)