Contoh Renungan Anak Muda Kristen tentang Cinta dan Kasih

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cinta kasih adalah salah satu tema yang tidak akan ada habisnya untuk dibahas, bahkan bisa pula digunakan sebagai bahan renungan anak muda Kristen.
Jika renungan anak muda Kristen memikirkan mengenai cinta kasih, lalu apakah cinta dan kasih itu hanya diperuntukkan bagi anak muda saja? Tentu tidak. Cinta kasih yang ada di dunia ini bukan hanya terbatas pada kisah roman percintaan antar anak muda, melainkan cinta kasih pada sesama manusia, orang tua, makhluk Tuhan yang lain seperti hewan dan tumbuhan, dan yang paling penting adalah cinta kasih kepada Tuhan. Hal inilah yang harus ditanamkan sejak mereka masih berusia muda.
Contoh Renungan Anak Muda Kristen tentang Cinta dan Kasih
Renungan anak muda Kristen tentang cinta dan kasih ini kita buka dengan pemahaman bahwa dalam kehidupan beriman kristiani, cinta adalah landasan kehidupan. Penginjil Markus pernah mengisahkan tentang bagaimana Yesus menanggapi pertanyaan dari seorang ahli Taurat tentang hukum yang paling utama.
Yesus mengungkapkan bahwa hukum yang terutama yakni “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.". Dan hukum yang kedua ialah: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mrk. 12: 30-31a).
Yesus telah memerintahkan kita untuk mengasihi Tuhan, Allah, dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan. Ini artinya kasihilah Tuhan dengan segala yang kita punya. Hal ini sesuai dengan yang tertera pada buku Allah Tritunggal adalah Kasih, Adrianus Sunarko, 2017.
Lantas, bagaimana caranya kita mengasihi Allah? Kita terlahir sebagai manusia yang memiliki hati, jiwa, akal budi dan kekuatan. Semua itu adalah berkat Tuhan dan dipakai untuk memuji Tuhan. Hati kita diarahkan untuk meneladani hati Yesus yang memancarkan kasih kepada sesama. Lewat doa, meditasi dan kontemplasi, jiwa kita dapat dekat dengan Tuhan.
Selain mengasihi Allah, Yesus menekankan juga tentang mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Bagaimana kita dapat mengasihi Allah yang tak terselami, jika ternyata kita tidak dapat mengasihi sesama kita manusia?
Inti dari renungan anak muda Kristen tentang cinta dan kasih ini adalah jika kita mengasihi Allah Pencipta, maka kita pun harus mengasihi ciptaan-Nya. Sebaliknya, jika kita mengasihi sesama manusia dan ciptaan lainnya, itu artinya kita juga mengasihi siapa yang menciptakannya. (DNR)
