Contoh Resume Jurnal Sederhana Beserta Tip Menulisnya

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelum menyimak bagaimana contoh resume jurnal sederhana pada ulasan berikut ini, kamu harus memahami terlebih dahulu apa yang disebut dengan resume beserta tujuannya.
Resume sendiri dapat diartikan sebagai ringkasan. Jadi saat hendak membuat resume jurnal, kita akan meringkas suatu bacaan dengan mengambil ide pokok atau inti-inti dari suatu jurnal. Untuk dapat menuliskan resume jurnal dengan baik, kita perlu untuk melakukan hal-hal berikut ini terlebih dahulu:
Membaca keseluruhan isi jurnal agar kita bisa memahami apa saja isinya atau bahasannya
Mencari dan mencatat ide pokok atau gagasan utama yang dibahas dalam jurnal
Menuliskan resume berdasarkan ide pokok pada jurnal tadi
Saat membuat resume jurnal sendiri, kita dianjurkan untuk menuliskan apa yang benar-benar tercantum dalam sumber tersebut tanpa menambahkan opini pribadi ke dalam resume yang kita buat. Di samping itu, pergunakanlah kalimat yang mudah untuk dimengerti oleh para pembaca nantinya.
Adapun unsur-unsur dari resume jurnal tersebut umumnya mencantumkan identitas jurnal meliputi judul jurnal, nama penulis, tahun terbit dan sebagainya, kemudian ada pula pendahuluan atau latar belakang, tujuan penulisan jurnal, hasil pengamatan, simpulan dan kelebihan dan kekurangan jurnal. Namun ada pula yang hanya mencantumkan identitas jurnal lalu bagian pembuka/pendahuluan, pembahasan isi dan simpulannya.
Contoh Resume Jurnal Sederhana yang Bisa Kamu Simak dengan Baik
Berikut contoh resume jurnal sederhana yang dikutip dari situs belajar mapel.id sebagai bahan referensi agar kamu bisa menuliskan ringkasan dengan baik:
Resume Jurnal Identifikasi DNA
Judul Jurnal
Determination of nucleic acid in animal tissues
Peneliti
Giovani Cerrioti
Latar belakang
Membandingkan metode paling efektif antara metode dengan reaksi indole dan orsinol dalam mengidentifikasi jaringan hewan
Metode penelitian
DNA reagen indole: Siapkan Kurva standar dengan sampel DNA betis tikus an menurut metode hammarsten. Siapkan juga variasi kondisi reaksi Indole yaitu pemanasan larutan DNA dengan 0,1 n naOH dan KOH = tidak menunjukkan hasil signifikan
Reaksi pentosa + orcinol: 200 mg orcinol dilarutkan pada 10 ml HCl pekat, tambah dengan larutan CuCl2, volume dibuat 100 ml dengan HCl pekat. 5 ml larutan ini kemudian campur pada 5 ml larutan yang diuji, lakukan pemanasan selama 40 menit. Warna yang dihasilkan dengan isoamil alcohol, hitung konsentrasinya menggunakan spektrofotometer beckman di ujung gelombang 675 nm
Hasil dan Pembahasan
Reagen indole: DNA yang diuji menghasilkan karakteristik basa N 13,4% ; basa P 8,0% ; adenine 10% ; guanine 7,4% ; sitosin 4,7% ; timin 8,4%.
Reaksi pentose dengan orcinol: Hasil dari uji, didapatkan karakterisasi DNA, basa N 14,5% ; basa P 8,3% , basa purin dan pirimidin 38,4% (guanine 0,86 ; adenine 0,64 ; sitidin 0,56 ; uridine 0,5 dan ribose 2,56 mmol/gram)
Kesimpulan
Hasil tidak berbeda jauh antara identifikasi DNA menggunakan reagen Indole dan orsinol. Karenanya bisa menggunakan dua metode tersebut untuk mengidentifikasi DNA secara akurat.
Semoga contoh resume jurnal di atas bisa membantumu untuk menuliskan ringkasan jurnal dengan mudah. Semoga bermanfaat ya! (HAI)
