Konten dari Pengguna

Contoh Soal Elastisitas Silang dalam Pelajaran Ekonomi beserta Penyelesaiannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Soal Elastisitas Silang. Foto: dok. Markus Spiske (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Soal Elastisitas Silang. Foto: dok. Markus Spiske (Unsplash.com)

Elastisitas silang merupakan salah satu materi yang dibahas dalam pelajaran Ekonomi yang dikaji di sekolah, khususnya tingkat menengah. Untuk memudahkan Anda memahami apa itu elastisitas silang, mari kita simak pemaparan lengkap mengenai pengertian dan contoh soal elastisitas silang dalam ulasan berikut ini.

Pengertian dan Contoh Soal Elastisitas Silang Lengkap dengan Penyelesaiannya

Dalam kajian Ilmu Ekonomi yang dipelajari di tingkat sekolah menengah hingga sekolah tinggi, terdapat berbagai pembahasan materi, salah satunya adalah mengenai elastisitas silang. Apa itu elastisitas silang? Pemaparan lengkap mengenai pengertian elastisitas silang dijelaskan dalam buku berjudul Konsep Dasar Ekonomi Pangan Dan Gizi yang disusun oleh Lalu Juntra Utama, SST., M.Si., ‎Anita Christina Sembiring, S.Gz., M.Si., ‎Astuti Nur, S.Gz., M.Kes. (2021: 59).

Tertulis dalam buku tersebut bahwa elastisitas silang adalah pengukuran perubahan jumlah permintaan atau barang terhadap perubahan harga barang lain. Jika hasil elastisitas positif menunjukkan hubungan kedua barang adalah substitusi karena pada saat harga barang y naik, maka permintaan barang x akan meningkat pula.

Ilustrasi Contoh Soal Elastisitas Silang. Foto: dok. Towfiqu barbhuiya (Unsplash.com)

Masih dalam buku yang sama juga disebutkan bahwa elastisitas silang negatif menunjukkan hubungan kedua barang adalah komplementer karena permintaan barang x akan mengalami peningkatan jika harga barang y turun.

Secara ringkas, ketiga elastisitas tersebut dipaparkan dalam poin berikut:

  • Hubungan bersifat komplementer berarti dua jenis barang memiliki fungsi saling melengkapi satu sama lain (Exy < 0). Contoh, jika harga gula naik akan menyebabkan permintaan gula turun, yang juga menyebabkan permintaan kopi ikut turun.

  • Hubungan bersifat substitusi berarti dua jenis barang memiliki fungsi saling menggantikan satu sama lain (Exy > 0). Contoh, jika harga beras naik dan permintaan beras turun, maka permintaan gandum akan naik.

  • Hubungan bersifat netral, yang berarti dua barang tidak memiliki hubungan khusus satu sama lain (Exy = 0) Contoh, kebutuhan air dengan kebutuhan komputer.

Ilustrasi Contoh Soal Elastisitas Silang. Foto: dok. Alexander Grey (Unsplash.com)

Untuk memudahkan Anda dalam memahami materi elastisitas silang, mari kita simak salah satu contoh soal elastisitas silang yang disajikan lengkap dengan pembahasan jawabannya yang mudah dipahami:

Masyarakat Kecamatan Sukajadi meminta gula pasir sejumlah 150 ton per tahun ketika harga teh sebesar Rp12.000 per kilogram. Kemudian harga teh berubah sebesar Rp15.000 per kilogram, yang berarti naik 25%. Sedangkan permintaan gula pasir menjadi 135 ton per tahun atau turun sebesar 10%.

Jawaban:

EXY = % perubahan kuantitas barang X yang diminta/ % perubahan harga barang Y

EXY = -10% / 20%

EXY = -0,5

Nilai elastisitas Exy < 0 yaitu sebesar -0,5 yang menunjukkan hubungan antara gula pasir dan teh adalah barang komplementer. Dengan begitu, saat harga teh mengalami kenaikan, maka permintaan gula pasir akan turun.

Pembahasan lengkap mengenai pengertian beserta contoh soal elastisitas silang yang dikaji dalam pelajaran Ekonomi ini dapat memperluas pengetahuan Anda mengenai pengetahuan Ekonomi secara umum, khususnya elastisitas silang. (DAP)