Contoh Soal Menjodohkan Bahasa Indonesia dan Jawabannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selain soal dengan bentuk pilihan ganda dan uraian, ada juga bentuk soal menjodohkan. Siswa akan diberikan soal dan jawaban dengan jumlah yang sama kemudian siswa harus menjodohkan soal dengan jawaban yang tepat. Artikel ini dilengkapi dengan contoh soal menjodohkan bahasa Indonesia SD.
Untuk bisa menjawab dengan tepat, siswa harus bisa memahami soal yang diberikan sehingga bisa memilih jawaban yang benar. Berikut ini contoh soal lengkap dengan jawabannya.
Baca juga: Kumpulan Contoh Soal Pendidikan Bahasa Indonesia di SD PDGK4204
Contoh Soal Menjodohkan Bahasa Indonesia
Dikutip dari Penyusunan Tes Tertulis yang ditulis oleh Hamid (2019), menjodohkan adalah salah satu bentuk soal pilihan. Soal menjodohkan terdiri dari dua kolom paralel yang masing-masing kata, angka, atau simbol dipasangkan dengan kata, frase, atau kalimat di kolom lain.
Butir soal yang harus dicarikan pasangannya disebut sebagai premes dan butir soal di kolom yang berisi sejumlah pilihan yang akan dipilih disebut sebagai respon. Soal menjodohkan sangat bagus untuk mengetes hal bersifat faktual seperti nama tokoh, tanggal, peristiwa penting, dan istilah asing.
Berikut ini adalah contoh soal menjodohkan bahasa Indonesia untuk SD:
Tidak terlihat batang hidungnya
Rajin pangkal…
Sinonim kata acuh
Romi sulit untuk dinasehati, ia adalah anak berkepala
Antonim kata salah
a. Batu
b. Peduli
c. Benar
d. Tidak
e. Pandai
Jawaban:
d
e
b
a
c
Kelebihan dan Kekurangan Bentuk Soal Menjodohkan
Dibandingkan dengan bentuk soal lainnya, bentuk soal menjodohkan memiliki beberapa kelebihan. Berikut ini beberapa kelebihannya yang dihimpun dari Evaluasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang disusun oleh Rahmawati dan Huda (2022):
Soal menjodohkan akan memudahkan guru untuk memberikan hasil penilaian untuk siswa dan bisa dilakukan dengan cepat.
Bentuk soal menjodohkan bisa digunakan sebagai sarana untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengidentifikasi dua hal yang saling berhubungan.
Bentuk soal menjodohkan juga bisa digunakan oleh guru untuk mengukur materi pokok atau sub materi pokok yang lebih luas.
Selain kelebihan yang sudah disebutkan, bentuk soal menjodohkan juga memiliki beberapa kekurangan seperti:
Bentuk soal menjodohkan hanya bisa digunakan untuk mengukur hal yang berdasarkan fakta dan hafalan para siswa saja.
Siswa merasa kesulitan untuk mengidentifikasi materi atau sub materi pokok yang pembahasannya mengukur hal yang berhubungan.
Demikian contoh soal menjodohkan bahasa Indonesia dan jawabannya untuk bahan belajar siswa SD. Selamat belajar! (KRIS)
