Contoh Soal Titik Berat pada Benda dan Pembahasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelajaran mengenai titik berat pada benda merupakan salah satu materi yang dipelajari dalam fisika. Rumus pada titik berat dibedakan menurut ruang atau bidang dimensinya masing-masing. Inilah contoh soal titik berat pada benda yang disertai dengan pembahasannya.
Sebuah benda memiliki titik massa dan titik berat. Titik pusat massa tidak selalu merupakan titik pusat berat suatu benda. Titik massa pada benda tidak dipengaruhi oleh gaya gravitasi di sekitarnya.
Contoh Soal Titik Berat pada Benda
Sebelum mempelajari contoh soal titik berat pada benda, berikut adalah ulasan mengenai pengertian dari titik berat, yang dikutip dari buku CMS: Cara Menguasai Soal Fisika SMA dan MA Latihan Soal dan Pembahasan Plus HOTS, Yuni Melfia (Bumi Aksara), Fisika SMA/MA Kelas XI (Diknas) (Grasindo). .
Titik Pusat.
Yang dimaksud dengan titik pusat adalah kumpulan dari massa-massa partikel yang menyusun suatu benda.
Titik Berat.
Yaitu suatu titik tempat berpusatnya berat dari sebuah benda. Perbedaan titik pusat dan titik berat adalah pada titik berat dipengaruhi oleh medan gravitasi di sekitarnya.
Titik berat pada benda dapat ditentukan dengan rumus
x = (w1 x1 + w2 x2 + w3 x3 + ....) : w
y = (w1 y1 + w3 y2 + w3 y3 + ....) : w
Rumus Titik Berat Benda Homogen Satu Dimensi
Busur Setengah Lingkaran
y0 = 2R : π dengan R = jari-jari lingkaran
Rumus Titik Berat Benda Homogen Dua Dimensi
Jajaran Genjang
y0 = 1/2 t dengan t = tinggi
Rumus Titik Berat Benda Pejal Tiga Dimensi
Silinder Pejal
y0 = 1/2 t dengan t = tinggi silinder
Contoh Soal:
Sebuah benda terdiri atas silinder pejal dengan jari-jari 20 cm dan tinggi 20 cm, dan setengah bola pejal dengan jari-jari 20 cm dengan bahan yang sama. Tentukan titik berat benda terhadap alas silinder.
Pembahasan:
Titik berat benda I: y1 = 10 cm.
Titik berat benda II: y2 = 10 + (3/8) 20 = 17 1/2 cm
Titik berat benda = y1nr²t + (y2.1/2.4/3πr³) : πr²t + (1/2.4/3 πr³)
y0 = (10.π.20².20)+(171/2.1/2.4/3π.20³) : (π.20².20) + (1/2.4/3.π.20³) = 10 + 35/3 : 1 + 2/3 = 13
Titik berat pada benda berada pada jarak 13 cm dari alas silinder.
Setelah mengetahui contoh soal titik berat pada benda silinder, Anda dapat berlatih memghitung titik berat pada benda homogen lainnya.(DK)
