Contoh Studi Kasus Masalah Media dalam Uji Kompetensi Peserta PPG 2025

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membuat studi kasus merupakan salah satu tahapan yang perlu dijalani peserta Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) 2025. Oleh karena itu, contoh studi kasus masalah media menjadi hal yang banyak dicari.
Pada tahapan ini, peserta UKPPPG 2025 diminta membuat sebuah tulisan berdasarkan empat topik. Topik tersebut berkaitan dengan permasalahan pembelajaran dan cara mengatasinya.
Contoh Studi Kasus Masalah Media UKPPPG 2025
Dikutip dari laman bppp.kemdikbud.go.id, UKPPPG adalah bagian dari proses sertifikasi guru yang bertujuan untuk memastikan kompetensi profesional calon guru dalam bidangnya masing-masing.
Tujuan untuk menghasilkan lulusan PPG yang memahami dan mampu mengintegrasikan pengetahuan konten ke dalam pengetahuan tentang kurikulum, pembelajaran, dan karakteristik siswa.
Pengetahuan tersebut dapat menuntun guru untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi situasi pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan siswa, secara individual maupun kelompok.
Dalam kompetensi ini, terdapat beberapa tahapan yang harus dilewati. Salah satunya menuliskan pengalaman nyata atau studi kasus masalah media.
Untuk contoh studi kasus masalah media dalam UKPPPG 2025 adalah:
Permasalahan apa yang pernah Anda hadapi?
Jawab:
Saya pernah mengalami situasi saat siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Mereka lebih banyak diam dan tampak tidak antusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Beberapa siswa asyik dengan aktivitas lain, seperti berbicara dengan teman sebangku atau menggambar di buku tulis, yang berdampak pada rendahnya hasil belajar, terutama pada mata pelajaran matematika.
Banyak siswa menganggap mata pelajaran matematika sebagai mata pelajaran yang membosankan. Pembelajaran terlalu berpusat pada guru dan berfokus pada LKS, serta kurang memperhatikan latar belakang peserta didik, membuat siswa merasa jenuh dan kurang aktif dalam kelas.
Bagaimana upaya Anda untuk menyelesaikannya?
Jawab:
Saya mulai dengan mengidentifikasi akar masalah dengan menyesuaikan model, metode, strategi pembelajaran, dan media yang digunakan agar sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa.
Untuk menghindari kebosanan, saya menyisipkan kegiatan Ice Breaking. Beberapa langkah yang saya lakukan seperti:
Melakukan asesmen awal atau asesmen diagnostik untuk mengetahui kemampuan awal, gaya belajar, dan karakteristik siswa. Hasil dari asesmen ini saya gunakan untuk membuat profil siswa. Sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa.
Mengimplementasikan model pembelajaran berbasis proyek (project-based learning).
Menggunakan media pembelajaran seperti kartu flash card untuk materi IPA yang dibuat dengan aplikasi Canva.
Menyajikan video animasi menarik tentang rumus-rumus matematika dari YouTube.
Menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dibuat menarik dengan Canva.
Memanfaatkan bahan bekas untuk membuat model 3D rumus dan simbol dalam matematika dengan panduan dari video YouTube.
Apa hasil dari Upaya Anda tersebut?
Jawab:
Dengan pendekatan ini, pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Siswa terlihat lebih antusias yang berdampak pada hasil belajar matematika mengalami peningkatan. Ice Breaking yang saya gunakan terbukti efektif untuk menghilangkan kejenuhan selama proses belajar berlangsung.
Pengalaman berharga apa yang bisa Anda petik ketika menyelesaikan permasalahan tersebut?
Jawab:
Pengalaman berharga yang saya dapatkan adalah pentingnya melakukan asesmen awal atau diagnostik untuk mengetahui kebutuhan siswa. Saya juga menyadari pentingnya meluangkan waktu untuk membuat media pembelajaran yang menarik.
Selain itu, pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang saya terapkan ternyata sangat disukai dan membuat siswa lebih tertarik mengikuti kegiatan belajar matematika dan tidak lagi membosankan.
Baca Juga: Link Simulasi Ujian PPG Melalui LMS Resmi dari Pemerintah
Demikian contoh studi kasus masalah media dalam Uji Kompetensi Peserta PPG 2025. Semoga contoh tersebut dapat digunakan sebagai referensi dan tidak kesulitan dalam mengikuti tahapan tersebut.(MZM)
