Contoh Surat Gugatan Cerai yang Baik dan Benar

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam mengurus perceraian, ada ketentuan yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah surat gugatan cerai. Contoh format surat gugatan cerai yang baik dan benar masih banyak dicari sebagai acuan dalam penyusunannya.
Ketentuan mengenai perceraian di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Gugatan cerai bagi yang beragama Islam diajukan ke Pengadilan Agama. Bagi masyarakat non-Muslim bisa mengajukannya ke Pengadilan Negeri.
Dalam artikel berikut ini kita akan menyimak contoh format surat gugatan cerai yang harus diperhatikan dalam penyusunannya.
Contoh Format Surat Gugatan Cerai
Berikut ini adalah contoh format surat gugatan cerai yang baik dan benar menurut website Pengadilan Agama Jakarta Selatan pa-jakartaselatan.go.id:
[Nama Tempat, Tanggal]
Kepada:
Yth. Ketua Pengadilan Agama Setempat
Di
Tempat
Perihal: Gugatan Perceraian
Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Yang Bertanda tangan di bawah ini:
Nama:
Tempat Tgl Lahir:
Umur:
Agama:
Nomor KTP:
Nomor Tlp/HP:
Pekerjaan:
Pendidikan:
Alamat KTP:
Selanjutnya disebut sebagai Penggugat;
Dengan ini mengajukan gugatan perceraian terhadap:
Nama:
Tempat Tgl Lahir:
Umur:
Agama:
Nomor KTP:
Nomor Tlp/HP:
Pekerjaan:
Pendidikan:
Alamat KTP:
Selanjutnya disebut sebagai Tergugat
Adapun gugatan ini Penggugat ajukan berdasarkan hal-hal sebagai berikut:
(Diisi dengan tanggal pernikahan, tempat pernikahan, nomor akta, kronologi alasan pengajuan cerai, dalil yang mendasari).
Berdasarkan dalil dan alasan-alasan tersebut di atas, maka dengan ini Penggugat memohon kepada Ketua Pengadilan Agama (nama tempat) cq. Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk dapat menentukan hari persidangan kemudian memanggil Penggugat dan Tergugat untuk diperiksa dan diadili, selanjutnya memberikan putusan yang amarnya sebagai berikut:
PRIMER:
Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya:
Menjatuhkan talak satu ba'in sughraa tergugat (...bin...) Terhadap Penggugat (...binti...).
Memerintahkan panitera Pengadilan Agama (nama tempat) untuk mengirimkan salinan putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap kepada Kantor Urusan Agama di tempat tinggal Penggungat dan Tergugat dan Kantor Urusan Agama tempat perkawinan Penggugat dan Tergugat untuk dicatat dalam register yang tersedia untuk itu;
Menetapkan Penggugat sebagai pemegang hak hadhanah (pemeliharaan) atas anak Penggugat dan Tergugat yang bernama..... laki-laki/perempuan, lahir di...... tanggal..... dan.... laki-laki/perempuan, lahir di............... tanggal..........;
Membebankan biaya perkara sesuai hukum;
SUBSIDER:
Atau apabila Pengadilan Agama berpedapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);
Demikianlah gugatan ini diajukan, atas perhatian dan dikabulkannya gugatan ini kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wrahmatullahi Wabarakatuh.
Hormat kami,
Penggugat
.....binti........
Itulah contoh format surat gugatan cerai yang bisa dijadikan sebagai acuan dalam menyusun surat gugatan cerai. Untuk informasi selanjutnya mengenai tata cara dan panduan mengajukan gugatan cerai serta syarat dokumen, anda dapat mengunjungi website Pengadilan Agama tempat anda berdomisili. Semoga bermanfaat. (IND)
