Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja karena Sakit

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selain berkomunikasi secara lisan, kita juga dapat berkomunikasi melalui tulisan. Salah satu bentuk komunikasi tulisan adalah surat. Dikutip dari buku Bijak Berbahasa Indonesia: Teori dan Aplikasi yang ditulis oleh Rishe Purnama dkk (2020: 188), surat terdiri dari beberapa jenis, yaitu surat izin, surat undangan, dan surat lamaran pekerjaan. Contoh surat yang sering digunakan untuk kepentingan khusus adalah surat izin tidak masuk kerja karena sakit.
Surat izin merupakan surat pribadi yang bersifat resmi. Surat izin biasanya berisi surat permohonan atau permintaan maaf karena tidak dapat mengikuti suatu kegiatan. Adapun surat izin yang biasa ditemukan misalnya surat izin tidak masuk sekolah/kuliah, surat izin tidak masuk kerja karena sakit, surat izin tidak mengikuti surat kegiatan, dan lain-lain. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai contoh surat izin tidak masuk kerja.
Surat Izin Tidak Masuk Kerja
Surat diartikan sebagai kertas dan sebagainya yang tertulis (berbagai isi dan maksud). Surat juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang berfungsi sebagai penanda atau keterangan. Dikutip dari buku Sukses Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMA yang ditulis oleh Kiftiawati Sulistyo (2009: 12), surat memiliki struktur, yaitu:
Kop surat (nama lembaga dan alamat lengkap),
Nomor surat,
Hal (inti surat),
Lampiran,
Tanggal surat,
Penerima surat (nama dan alamat penerima surat),
Salam pembuka,
Bagian pengantar atau pembuka surat,
Isi surat,
Bagian penutup surat,
Salam penutup,
Tanda tangan, dan
Nama lengkap dan jabatan penulis surat.
Berikut adalah contoh surat izin tidak masuk kerja karena sakit sebagai referensi:
Perihal : Permohonan Izin
Lamp : 1
Kepada Yang Terhormat,
Ibu Wayan Sumarni
Kepala Bagian Personalia
PT. Baliku Permai
Di Denpasar Bali
Dengan hormat,
Bersama dengan surat ini saya,
Nama: Made Surya
NIP: 000xxxxx
Bagian: Marketing
Memberitahukan kepada Ibu Kepala Bagian Personalia, saya tidak bisa hadir bekerja sebagaimana mestinya karena sakit. Untuk itu saya berharap kepada Ibu Kepala Bagian Personalia untuk memberikan saya izin dari tanggal 29 Maret 2018 sampai 1 April 2018.
Sehubungan dengan itu, bersama ini, saya juga mengirimkan surat keterangan dari dokter untuk digunakan sesuai kebutuhan.
Adapun tentang tugas-tugas yang saya abaikan selama saya tidak hadir akan saya kerjakan ketika saya sudah masuk bekerja nanti. Saya berjanji akan menyelesaikan semua pekerjaan yang belum terselesaikan.
Atas perhatian ibu saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Muhammad Faris
Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)
