Contoh Surat Ketunaan bagi Penyandang Disabilitas

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh surat ketunaan bisa menjadi referensi pihak terkait untuk membuat bukti tertulis bagi penyandang disabilitas. Surat tersebut bisa diubah sesuai dengan kebutuhan maupun kondisi penyandang disabilitas tersebut.
Surat ini bisa digunakan untuk beragam keperluan. Salah satunya adalah untuk siswa baru yang ingin masuk ke SLB, seperti dalam buku Psikologi Pendidikan: Aplikasi Teori di Indonesia, Faizah, dkk (2017: 155)
Contoh Surat Ketunaan sebagai Referensi
Surat ketunaan merupakan keterangan tertulis tentang kondisi ketunaan penyandang disabilitas. Surat ini tak bisa diterbitkan sembarang orang, tetapi pihak-pihak yang berwenang di bidang ketunaan, seperti tenaga medis atau psikolog.
Bila tenaga medis atau psikolog belum tahu bentuknya, berikut contoh surat ketunaan yang bisa dijadikan referensi.
PEMERINTAH KABUPATEN A
UPT DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS B
Jl. Raya B No. 1, Kecamatan B, Kabupaten A
Surat Keterangan Ketunaan
Nomor: 1/PUSKESMAS/VI/2025/02
Yang bertanda tangan berikut:
Nama: Dr. Fatimah
NIP: 1234567890987654321
Pangkat/Golongan: Penata IIIC
Jabatan: Kepala Puskesmas B
Instansi: Dinas Kesehatan Kabupaten A
Unit Kerja: UPT Dinas Kesehatan Puskesmas B
Dengan ini menarangkan bahwa penyandang disabilitas berikut:
Nama: Aulia Rahmawati
Tempat/Tanggal Lahir: B, 1 Januari 2010
Umur: 15 tahun
Alamat: Jalan Raya B No. 112, RT. 02, RW. 01, Desa C, Kecamatan B, Kabupaten A, Provinsi D, 123456
Benar-benar mempunyai ketunaan berupa gangguan syaraf karena cerebral palsy setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, kemampuan fungsional, dan kemampuan kognitif.
Demikian surat ketunaan ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk digunakan sesuai tujuannya.
B, 30 Juni 2025
Dokter UPT Dinas Kesehatan
Puskesmas B
Kecamatan B
(tanda tangan)
Dr. Fatimah
NIP: 1234567890987654321
Terkadang, institusi kesehatan mempunyai format surat ketunaan yang berbeda dengan contoh di atas. Jika hal ini terjadi, maka tenaga medis atau psikolog bisa menggunakan format tersebut selama mampu menyatakan disabilitas dengan baik secara tertulis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga: 2 Contoh Surat Keterangan Tidak Buta Warna untuk Keperluan Kerja
Demikian contoh surat ketunaan yang bisa digunakan sebagai referensi. Semoga dapat membantu tenaga medis atau psikolog dalam membuatnya demi membantu penyandang disabilitas. (LOV)
