Contoh Teks Cerita Sejarah tentang Pahlawan Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pahlawan merupakan salah satu gelar yang diberikan oleh negara kepada orang-orang yang memiliki jasa besar terhadap Indonesia, kebanyakan pahlawan Indonesia hidup di masa perjuangan kemerdekaan. Gelar pahlawan sendiri ada beberapa jenisnya tergantung dari jasa apa yang telah dilakukan oleh mereka, di Indonesia sendiri ada banyak sekali pahlawan dimana tidak jarang mereka sampai mengorbankan nyawa mereka untuk membela Indonesia.
Oleh sebab itu penting mempelajari dan mengetahui siapa saja pahlawan yang telah berjasa untuk Indonesia, salah satu cara untuk mempelajari pahlawan adalah melalui cerita sejarah, pada artikel ini akan membahas mengenai contoh teks cerita sejarah tentang pahlawan Indonesia.
Contoh Teks Cerita Sejarah tentang Pahlawan
Sebelum membahas mengenai contoh teks cerita sejarah tentang pahlawan mari kita kenali terlebih dahulu mengenai teks narasi sejarah. Dikutip dari buku Super Complete Kelas 4, 5, 6 SD/MI karya Meity Mudikawaty, Melli Meisawati, Ari Nurdiana, (2018) dijelaskan bahwa sejarah adalah kejadian yang terjadi di masa lampau yang disusun berdasarkan peninggalan berbagai peristiwa. Peninggalan-peninggalan tersebut adalah sumber sejarah.
Buku sejarah merupakan kumpulan berbagai peristiwa sejarah yang ditulis dan dikumpulkan dalam bentuk buku. Di dalam buku sejarah terdapat berbagai informasi dan pengetahuan mengenai masa lalu yang sangat berguna, termasuk cerita mengenai sejarah para pahlawan Indonesia.
Berikut adalah salah satu contoh teks cerita sejarah tentang pahlawan Indonesia yaitu cerita tentang Cut Nyak Dhien yang hidup dari tahun 1850 - 1908 dikutip dari buku Super Mudah Pahami Bahasa Indonesia, Matematika, IPA untuk SD/MI Kelas 4, karya Dewi Paramita, Asri Ayu Lestari, Danar Kusuma, (2018).
Cut Nyak Dhien (1850-1908)
Cut Nyak Dhien berasal dari keluarga yang agamis di Aceh. Pada usianya yang ke-12 tahun dia sudah menjalani bahtera rumah tangga bersama Teuku Ibrahim Lamnga. Kebenciannya pada pasukan kolonial Belanda mulai timbul semenjak Belanda menyerang Aceh untuk pertama kalinya pada 26 Maret 1873. Kemarahan Cut Nyak Dhien makin tersulut saat sang suami gugur di medan perang melawan Belanda.Dia pun bersumpah akan menikah dengan pria yang bersedia membantunya membalaskan kematian sang suami. Selama menjanda, Cut Nyak Dhien memimpin sendiri pasukannya. Hingga 2 tahun setelah kematian Teuku Ibrahim Lamnga, dia bertemu Teuku Umar yang juga merupakan pahlawan nasional. Keduanya pun menikah. Bersama Teuku Umar, Cut Nyak Dhien bergerilya melawan penjajahan Belanda. Hingga akhirnya Teuku Umar wafat, Cut Nyak Dhien yang harus menjanda 2 kali tetap berjuang. Menjelang akhir hidupnya, Cut Nyak Dhien dibuang ke Sumedang, Jawa Barat. 6 November 1908 dia menghembuskan nafas terakhirnya di kota itu. Atas perjuangannya, nama Cut Nyak Dhien disahkan sebagai pahlawan nasional lewat SK Nomor 106 Tahun 1964.
Demikian adalah contoh teks cerita sejarah pahlawan Indonesia yang berjasa untuk Indonesia yang bisa dijadikan sebagai bahan bacaan dan tambahan materi dalam belajar. (WWN)
