Konten dari Pengguna

Contoh Tembang Sinom Tema Kebudayaan untuk Belajar Bahasa Daerah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Tembang Sinom Tema Kebudayaan. Foto: dok. Unsplash/Aaron Burden
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Tembang Sinom Tema Kebudayaan. Foto: dok. Unsplash/Aaron Burden

Contoh tembang sinom tema kebudayaan menjadi referensi yang tepat untuk dipelajari bagi siswa. Dengan materi ini, siswa dapat memahami isi tembang sinom yang dibahas dalam mata pelajaran bahasa daerah.

Diketahui bahwa tembang sinom termasuk salah satu tembang atau puisi tradisional yang berasal dari Jawa, yaitu dikenal dengan nama tembang macapat. Sebelum mengenal tembang sinom, penting untuk mengenal tembang macapat terlebih dahulu.

Contoh Tembang Sinom Tema Kebudayaan untuk Bahan Belajar

Ilustrasi Contoh Tembang Sinom Tema Kebudayaan. Foto: dok. Unsplash/Aaron Burden

Mengutip dari dalam buku berjudul Pembelajaran Bahasa Jawa di Sekolah Dasar, Endang Sri Maruti, S.Pd., M.Pd. (2015:133), tembang macapat adalah sebuah bentuk puisi jawa tradisional dengan beberapa aturan tertentu seperti guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu.

Guru gatra adalah jumlah baris di setiap bait tembang. Guru wilangan adalah jumlah suku kata di setiap baris tembang. Sedangkan guru lagu adalah bunyi vokal di setiap akhir baris.

Tembang macapat dapat diartikan sebagai maca papat-papat yang berarti membaca empat-empat dalam bahasa Indonesia. Tembang ini dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jawa, Bali, Sunda bahkan Palembang. Tembang macapat memiliki beberapa jenis metrum.

Secara garis besar terdapat lima belas jenis metrum. Penulisan tembang macapat memiliki aturan dalam jumlah baris, jumlah suku kata, ataupun bunyi sajak akhir tiap baris yang disebut guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan.

Guru lagu adalah suara vokal pada akhir baris (a, i, u, e, dan o). Sedangkan guru gatra adalah jumlah baris pada bait. Guru wilangan adalah jumlah suku kata pada setiap baris.

Selain memiliki aturan khusus, tembang macapat juga memiliki keunikan dengan adanya keragaman jenis tembang. Salah satu tembang yang cukup terkenal adalah tembang sinom.

Tembang sinom biasanya mengandung ajaran dan nasehat untuk anak muda. Tembang sinom menggambarkan kondisi manusia dari masa anak-anak sampai remaja. Untuk memudahkan siswa dalam mengenal tembang sinom, berikut ini salah satu contoh tembang sinom tema kebudayaan.

Katetangi tangis sira

Sira sang paramengkawi

Kawileting tyas duhkita

Kataman ing reh wirangi

Dening upaya sandi

Sumaruna anerawung

Mangimur manuhara

Met pamrih melik pakoleh

Temah suka ing karsa tanpa wiweka

Baca juga: Pengertian Pupuh Sinom sebagai Salah Satu Contoh Tembang Macapat

Demikian salah satu contoh tembang sinom tema kebudayaan yang dapat dijadikan sebagai materi belajar bagi siswa. Dengan materi ini, siswa dapat lebih mudah memahami tembang sinom dan mempelajari contohnya. (DAP)