Konten dari Pengguna

Daftar 15 Titik Bekam yang Dilarang untuk Alasan Kesehatan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 6 menit

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi terapi bekam. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi terapi bekam. Foto: Unsplash

Bekam kini populer sebagai pengobatan alternatif yang menggunakan alat khusus berupa cawan dan pompa penghisap. Alat tersebut kemudian dipasang tersebar pada sejumlah titik di bagian tubuh tertentu. Berikut adalah 15 titik bekam yang dilarang untuk alasan kesehatan.

Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh. Terapi bekam berasal dari Timur Tengah dan Tiongkok sejak ribuan tahun silam.

Manfaat bekam antara lain melancarkan peredaran darah, merangsang kerja syaraf, meningkatkan imun, dan pelepas stress.

Daftar 15 Titik Bekam yang Dilarang

Ilustrasi alat bekam. Foto: Unsplash

Dikutip dari Bekam Tauhid Sehat Menyehatkan oleh Nanang Nilson (2019: 98), bekam dapat dilakukan di mana saja, tetapi harus diingat jika ada bagian-bagian tubuh yang apabila dibekam menimbulkan efek negatif. Oleh karena itu, harus diperhatikan tempat-tempat bahaya tersebut.

Berikut adalah 15 titik bekam yang dilarang untuk alasan kesehatan.

  1. Area tubuh yang memiliki banyak simpul limpa (lymphatic system). Seperti bawah rahang, ulu hati, tonsil, dan pipi.

  2. Lubang-lubang pada anggota tubuh. Seperti telinga, hidung, mata, pusar, kemaluan, dan anus.

  3. Area tubuh yang berdekatan dengan pembuluh besar atau nadi.

  4. Lokasi palpitasi, atau wilayah sekitar jantung.

  5. Bagian tubuh yang memiliki varises.

  6. Area tubuh yang terdapat tumor di dalamnya.

  7. Bagian tubuh yang mengalami retak tulang.

  8. Daerah tubuh yang memiliki jaringan luka.

  9. Area tubuh yang terkena cacar air, karena dikhawatirkan akan menimbulkan luka baru.

  10. Bagian tubuh yang mengalami rasa nyeri. Contohnya pada penderita asam urat stadium tinggi.

  11. Bagian perut wanita hamil. Pilih titik tubuh aman lainnya seperti punggung atau bagian belakang.

  12. Bagian tubuh yang amat sensitif dan memiliki syaraf halus. Contohnya pada pergelangan lengan tangan dalam. Walaupun tusukan jarum dilakukan sangat tipis di epidermis, namun tetap dibutuhkan kehati-hatian.

  13. Tepat di lipatan pada tubuh, seperti ketiak, selangkangan, siku dalam.

  14. Area leher, baik di bagian tenggorokan maupun leher samping tepat di bawah telinga.

  15. Area tempurung lutut.

Daftar 15 titik bekam yang dilarang, diharapkan berguna bagi Anda yang tertarik dengan terapi bekam dalam menjaga kesehatan.

Pengertian Bekam

Ilustrasi terapi bekam. Foto: Pexels

Bekam mempunyai berbagai sebutan dalam beragam bahasa, seperti pa hou kuan dalam bahasa Mandarin dan hijamah dalam bahasa Arab. Secara istilah, bekam berarti proses pengisapan kulit, penyayatan, dan pengeluaran darah dari permukaan kulit.

Secara umum, bekam adalah metode penyembuhan penyakit dengan membuang racun dalam tubuh melalui pengeluaran darah kotor yang dilakukan dengan cara penarikan metode bekam dari permukaan kulit.

Bekam menjadi salah satu metode kesehatan yang sudah diakui sebagai pengobatan alternatif yang efektif dalam membersihkan darah atau angin dalam tubuh.

Manfaat Menggunakan Metode Bekam

Ilustrasi metode bekam memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Foto: Pexels

Terapi bekam telah dikenal secara luas memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Dikutip dari Terapi Bekam untuk Kesehatan oleh Wahyudi Widada, dkk., (2011: 31-33), adapun beberapa manfaat menggunakan metode bekam, yaitu:

1. Mengeluarkan Darah Kotor

Mengeluarkan darah kotor, baik darah yang teracuni maupun darah yang statis, sehingga peredaran darah yang semula tersumbat menjadi lancar kembali.

2. Meringankan Tubuh

Kandungan darah kotor yang ada di dasar kulit yang mengalami penumpukan di tubuh seseorang membuat orang tersebut menjadi malas untuk beraktivitas karena mereka merasa tubuhnya berat dan nyeri. Dengan melakukan bekam, maka tubuh menjadi terasa ringan.

3. Meningkatkan Fungsi Penglihatan

Tersumbatnya peredaran darah ke mata mengakibatkan penglihatan akan menjadi buram. Dengan melakukan bekam, peredaran darah mata yang mengalami sumbatan akan kembali lancar dan mata bisa melihat dengan lebih tajam.

4. Menyembuhkan Berbagai Macam Penyakit

Ada beberapa penyakit yang dapat disembuhkan atau gejalanya menjadi lebih ringan dengan terapi bekam, yaitu penyakit asam urat, darah tinggi, jantung, kolestrol, masuk angin, migran, sakit mata, stroke, sakit gigi, vertigo, sinusitis, sembelit, wasir, kencing manis, ginjal, pengapuran dan lain-lain.

Pada dasarnya, terapi bekam dikenal cukup aman untuk kesehatan dengan kondisi penyakit-penyakit yang dikategorikan ke dalam penyakit yang tidak akut atau penyakit kronis.

Jenis-Jenis Bekam

Ilustrasi dokter yang melakukan terapi bekam kering. Foto: Pexels

Terapi bekam terbagi menjadi dua jenis, yakni bekam basah dan bekam kering. Adapun yang membedakan antara bekam basah dan bekam kering adalah keberadaan darah yang dikeluarkan.

Dikutip dari Bekam Cara Pengobatan Menurut Sunnah Nabi oleh Muhammad Musa Alu Nashr (2005: 23-25), berikut penjelasan mengenai bekam kering dan bekam basah.

Bekam Kering

Bekam kering dapat disebut juga dengan bekam angin, yaitu bekam yang dilakukan dengan cara mengisap permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor.

Jadi, bekam kering merupakan bekam yang tidak diikuti dengan pengeluaran darah. Pada bekam kering, urat-urat kecil akan keluar dan menimbulkan bekas seperti memar sementara.

Hal ini akan meringankan atau menghilangkan tekanan yang terjadi di bawah bagian kulit yang dibekam.

Bekam Basah

Bekam basah adalah bekam kering yang mendapatkan tambahan perlakuan, yaitu darahnya dikeluarkan dengan cara disayat pada daerah yang dibekam.

Bekam basah dilakukan dengan bekam kering terlebih dahulu, kemudian permukaan kulit disayat dengan pisau bedah. Setelah itu, di sekitarnya dihisap dengan alat cupping, hand pump, atau tabung lain untuk mengeluarkan darah dari dalam tubuh.

Alat Terapi Bekam

Ilustrasi alat terapi bekam. Foto: Pexels

Terapi bekam menggunakan beberapa peralatan dalam pelaksanaannya. Dirangkum dari Panduan Bekam Sunnah: Mengupas Tuntas Praktik Bekam ala Rasulullah SAW oleh Fitri Ramadhani, dkk., (2021: 94-99), adapun beberapa alat terapi bekam, yaitu:

1. Tensimeter

Tensimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah. Alat ini dipakai untuk mengukur tekanan darah pasien, apakah pasien termasuk kategori yang boleh menggunakan bekam atau tidak.

2. Kop Bekam

Kop bekam berfungsi untuk menarik kulit dan darah dari tubuh pasien. Berikut cara penggunaannya:

  1. Tentukan tempat/titik tubuh yang akan dibekam.

  2. Sedot lembut 2 hingga 3 tarikan atau disesuaikan dengan daya tahan tubuh pasien.

3. Pompa Bekam

Pompa bekam berfungsi sebagai pegangan atau alat untuk memudahkan agar kop bekam dapat ditarik dengan mudah. Cara penggunaannya sebagai berikut:

  1. Tempelkan ujung pompa pada ujung kop bekam.

  2. Kemudian, tarik beberapa kali sampai kop bekam dapat menempel dengan baik pada area titik bekam.

4. Lancing Device

Lancing device atau dikenal juga dengan pena bekam adalah alat yang berfungsi untuk memasang lancet atau jarum. Berikut cara penggunaannya:

  1. Buka penutup lancing kemudian masukkan lancet ke dalam lubang ujung lancing dan tutup kembali.

  2. Atur ukuran kedalaman pada lancing device.

  3. Tekan pemantik lancing agar terjadi luka kecil pada kulit.

  4. Jangan terlalu ditekan ke kulit saat lancing-nya ditekan.

5. Lancet (Jarum Steril)

Lancet atau jarum steril berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk pelukaan pada permukaan kulit (pada titik bekam). Berikut cara penggunaannya:

  1. Gunakan jarum lancet ukuran 21 G.

  2. Masukkan gagang lancet pada lancing device.

  3. Pastikan jarum lancet sudah masuk sempurna, kemudian buka kepala jarumnya.

Baca Juga: Titik Bekam yang Disunahkan untuk Pengobatan

Peringatan dan Efek Samping Bekam

Ilustrasi bekam bisa memiliki efek samping pada pasien. Foto: Pexels

Bekam dianggap relatif aman, terutama bila dilakukan oleh para profesional kesehatan terlatih. Namun, bekam tidak dianjurkan untuk beberapa kondisi berikut:

  • Ibu hamil dengan keadaan hamil mudah atau usia kehamilan ibunya masih 1-3 bulan.

  • Orang tua yang dikategorikan ke dalam usia lanjut atau usia > 60 tahun.

  • Anak-anak dengan kategori umur di bawah 4 tahun.

  • Wanita yang sedang menstruasi.

  • Orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah.

  • Penderita penyakit pembekuan hemofilia dan kanker darah.

  • Riwayat masalah kulit seperti penyakit eksim dan psoriasis.

  • Penderita penyakit epilepsi atau memiliki riwayat epilepsi.

  • Penderita diabetes melitus dengan kadar gula darah > 200 mg/dl.

  • Penderita hipertensi dengan tekanan darah > 180/110 mmHg.

  • Penderita dengan gagal ginjal atau penderita yang sedang menjalankan terapi cuci darah.

  • Anemia dengan kadar hemoglobin < 8gr%.

Sementara itu, potensi efek samping yang dapat muncul setelah melakukan terapi bekam meliputi:

  • Ketidaknyamanan ringan

  • Luka bakar

  • Memar atau perubahan warna kulit di titik bekam berupa kemerahan

  • Infeksi kulit

  • Nyeri di area bekam

  • Kedinginan atau kepanasan

  • Mual dan muntah

  • Pusing

  • Lelah

  • Mengantuk

(DK & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan bekam?

chevron-down

Bekam adalah metode penyembuhan penyakit dengan membuang racun dalam tubuh melalui pengeluaran darah kotor yang dilakukan dengan cara penarikan metode bekam dari permukaan kulit.

Apa manfaat bekam?

chevron-down

Mengeluarkan darah kotor, baik darah yang teracuni maupun darah yang statis, sehingga peredaran darah yang semula tersumbat menjadi lancar kembali.

Apa itu bekam basah?

chevron-down

Bekam basah adalah bekam kering yang mendapatkan tambahan perlakuan, yaitu darahnya dikeluarkan dengan cara disayat pada daerah yang dibekam.