Konten dari Pengguna

Daftar Nama Kitab Kuning yang Dipelajari di Pesantren

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi wanita yang sedang membaca kitab kuning. https://www.freepik.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita yang sedang membaca kitab kuning. https://www.freepik.com/

Jika mendengar kata kitab kuning, pasti pikiran kita tertuju pada buku yang ada di pesantren. Sering juga suatu lembaga tidak dapat dikatakan sebagai pesantren apabila tidak mengkaji kitab kuning. Kitab kuning dibuat oleh ulama-ulama klasik yang berasal dari Jazirah Arab yang ditulis dengan gundul atau tanpa harakat (tanda baca dalam bahasa Arab), sehingga membutuhkan ilmu dan pemahaman yang tinggi.

Mengutip buku berjudul Kitab Kuning dan Dinamika Studi Keislaman karangan Dr. Mohammad Thoha, M.Pd.I. (2018: 5) disebut kitab kuning karena referensi buku-buku klasik bahasa Arab yang memuat kajian-kajian ilmu islam dengan kertas berwarna kekuningan. Kitab ini memuat khasanah keagamaan, tata cara peribadatan, pergaulan, etik dan cara pandang kehidupan.

Daftar Nama Kitab Kuning di Pesantren

Ilustrasi kitab kuning. https://www.freepik.com/

Ada banyak sekali kitab kuning yang beredar di pesantren. Berikut beberapa kitab kuning yang biasa dipelajari di lingkungan pesantren.

1. Kitab Al-Jurumiyah

Kitab ilmu nahwu (ilmu tentang anatomi dan bentuk-bentuk kata dalam bahasa Arab) yang dikarang oleh Syekh Sonhaji. Kitab ini diperuntukkan untuk para santri yang baru belajar kitab kuning, karena kitab ini disusun secara sistematis dan diolah dengan bahasa yang mudah dipahami. Kitab ini merupakan pedoman level terendah dalam ilmu nahwu.

2. Kitab Amtssilah At-Tashrifiyah

Selagi mempelajari ilmu nahwu, ada baiknya untuk menguasai ilmu shorof. Karena nahwu dan shorof tidak dapat dipisahkan. Shorof adalah ilmu perubahan kata yang meliputi perubahan dari kata kerja menjadi kata benda. Kitab ini dikarang oleh KH. Ma’shum ‘Aly yang berasal dari Jombang.

3. Kitab Tafsir Al-Jalalain

Kitab ini dikarang oleh dua pengarang yaitu Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaludin As-Sayuti yang dikarang pada rentang tahun 1459 hingga 1505. Kitab tafsir ini cukup mudah untuk dipahami sehingga kitab ini sering diberikan kepada santri-santri yang baru belajar kitab kuning.

4. Kitab Hadist Arbain Nawawi

Kitab karangan Abu Zakariya Yahya bin Syaraf bin Murri Al Nazami An-Nawawi membahas 42 hadits yang disebut hadits arba’in (hadits 40). Fukus utama pembahasan kitab ini adalah matan hadist, yaitu hadits atau perkara sanad dalam sebuah hadist.

Walapun daftar nama kitab kuning di atas sudah beredar sejak lama, namun eksistensi kitab kuning tetap terjaga secara turun temurun dipelajari hingga sekarang. (MZM)