Konten dari Pengguna

Dalil dan Hukum Takziah jika Ada Orang yang Meninggal

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi takziah, sumber foto: https://www.pexels.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi takziah, sumber foto: https://www.pexels.com/

Takziah atau melayat adalah mengunjungi seseorang yang sedang tertimpa musibah kematian dari salah satu anggota keluarga atau kerabat dekatnya. Para ulama pada umumnya memiliki pandangan yang sama mengenai hukum dari takziah. Berikut adalah dalil dan hukum takziah jika ada orang yang meninggal.

Dalil dan Hukum Takziah

Ilustrasi takziah, sumber foto: https://www.pexels.com/

Secara Bahasa dikutip dari nu.onlone, takziah berarti menghibur, menyatakan bela sungkawa, menyampaikan duka cita, dan menyabarkan keluarga orang yang sedang berduka.

Kaitan dengan takziah Imam an-Nawawi dalam al-adzkar ab-Nawawiyah juga mendefinisikan takziah sebagai berikut :

واعلم أن التعزية هي التصبير، وذكر ما يسلّي صاحب الميت، ويخفّف حزنه، ويهوّن مصيبته، وهي مستحبة، فإنها مشتملة على الأمر بالمعروف، والنهي عن المنكر، وهي داخلة أيضاً في قول الله تعالى: (وَتَعاونُوا على البِرّ والتَّقْوَى)، وهذا أحسن ما يُستدلّ به في التعزية.

Artinya:

"Ketahuilah, takziah hakikatnya adalah tashabbur (mengajak sabar), menyampaikan hal-hal yang dapat menghibur keluarga orang meninggal, meringankan kesedihannya, dan memudahkan urusan musibahnya. Hukum takziah sendiri adalah sunnah. Ia mercakup urusan amar makruf dan nahi. Ia juga termasuk ke dalam firman Allah, Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran,”

Dari ayat tersebut disimpulkan bahwa hukum takziah adalah sunnah atau dianjurkan. Dikutip dari buku Ringkasan Fikih Lengkap, Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan (2020: 320) salah satu ayat yang menjelaskan mengenai hukum takziah adalah QS. Al-Maidah ayat 2.

Dalam beberapa hadis juga dijelaskan mengenai anjuran untuk bertakziah. Di antaranya adalah hadits riwayat al-Tirmidzi dan al-Baihaqi dari Abdullah bin Mas’ud, dari Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang bertakziah kepada orang yang tertimpa musibah, maka baginya pahala seperti pahala yang didapat orang tersebut.”

Juga disebutkan di dalam hadits riwayat Ibnu Majah dan al-Baihaqi dari Amr bin Hazm, dari Rasulullah SAW bersabda :

“Tidaklah seorang Mukmin bertakziah kepada saudaranya yang terkena musibah kecuali Allah akan memakaikan pakaian kemuliaan kepadanya di hari kiamat.”

Demikian pembahasan mengenai dalil dan hukum takziah dalam ajaran Islam. (WWN)