Dalil dan Hukum Tidur Menghadap Kiblat dalam Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidur merupakan salah satu rutinitas setiap malam untuk memberikan waktu kepada tubuh kita agar beristirahat dan mengembalikan tenaga sebelum besoknya melakukan kegiatan lagi. Dalam ajran Islam, ada adab yang harus saat akan tidur seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah, untuk memposisikan diri dengan baik yaitu tidur menghadap kiblat.
Dalil dan Hukum Tidur Menghadap Kiblat
Tentang tidur menghadap kiblat ini, Allah SWT dalam Alquran berfirman :
وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآياتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
Artinya: "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah tidurmu di waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan" (QS Ar Rum: 23)
Mengapa posisi tidur dibahas dalam Alquran dan Al-Hadis? Salah satu alasannya karena dalam agama Islam semua yang berhubungan dengan manusia sudah diberikan tuntunan oleh Allah SWT yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Bagi seorang muslim pasti menginginkan apa yang dilakukan setiap hari juga sesuai dengan tuntunan dari Rasulullah SAW.
Dikutip dari buku Tanya Jawab Islam, Tim Dakwah Pesantren, (2015: 6088) Rasulullah memberikan penjelasan secara khusus melalui hadis berikut ini :
إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَأْ وُضُوءَكَ للصَلاةِ، ثُمَّ اضْطَّجِعْ على شِقِّكَ الأَيْمَنِ
Artinya:
"Jika engkau hendak menuju tempat tidurmu (untuk tidur), maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu (bagian tubuhmu) sebelah kanan" (HR al-Bukhari dan Muslim).
Selain bertumpu pada bagian tubuh sebelah kanan, tidur juga dianjurkan untuk menghadap kiblat sebab cara ini adalah cara yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, meski hukumnya adalah sunnah.
Berikut hadis yang memberikan penjelasan mengenai hal tersebut :
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيه وسَلَّم يَأْمُرُ بِفِرَاشِهِ فَيُفْرَشُ لَهُ، فَيَسْتَقْبِلُ الْقِبْلَةَ، وَإِذَا آوَى إِلَيْهِ تَوَسَّدَ كَفَّهُ الْيُمْنَى
Artinya:
"Rasulullah memerintahkan ‘Aisyah untuk menyiapkan tempat tidurnya. Tempat tidurnya pun disiapkan, lalu Rasulullah menghadap kiblat. Dan apabila beliau merebahkan diri di atasnya, beliau jadikan telapak tangan kanannya sebagai bantal" (HR Abu Ya’la).
Dari beberapa hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa umat muslim dianjurkan untuk tidur menghadap kiblat, dengan bertumpu pada tubuh sebelah kanan esuai dengan ajaran dari Rasulullah SAW. (WWN)
