Konten dari Pengguna

Dalil Halal bi Halal sebagai Tradisi Silaturahmi pada Hari Raya Idul Fitri

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi halal bi halal sebagai tradisi pada Hari Raya Idul Fitri. Foto: pexels.com/@rodnae-prod
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi halal bi halal sebagai tradisi pada Hari Raya Idul Fitri. Foto: pexels.com/@rodnae-prod

Hari Raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Islam. Terdapat banyak sekali aktifitas keagamaan dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri, salah satunya halal bi halal. Adanya dalil halal bi halal menjadi alasan terbentuknya tradisi yang satu ini. Berikut dalil tentang halal bi halal sebagai tradisi silaturahmi pada Hari Raya Idul Fitri.

Dalil Halal bi Halal sebagai Tradisi Silaturahmi Idul Fitri

Setelah menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan, umat Islam akan bertemu dengan Hari Raya Idul Fitri. Idul Fitri diumpamakan dengan seorang bayi yang baru lahir yang masih suci dari dosa.

Salah satu kegiatan untuk menyucikan diri adalah bermaaf-maafan dan bersilaturahmi dalam sebuah tradisi yang bernama halal bi halal.

Dikutip dari buku Ramadhan, Maaf Kami Masih Sibuk karya Ahmad Rifa`i Rif`an (2021:118), Halal bi halal merupakan istilah majemuk dari kata halala yang diapit dengan satu kata penghubung bi. Sehingga halal bi halal adalah ajaran Islam yang ada ditengah masyarakat Indonesia.

Halal bi halal memiliki dua makna, yakni diperkenankan dan baik. Maka arti halal bi halal diartikan sebagai hubungan untuk saling berinteraksi yang tidak dilarang dan mengandung sesuatu yang baik dan menggembirakan.

Sehingga, halal bi halal merupakan sebuah kegiatan bermaaf-maafan dan juga bersilaturahmi setelah sempat terputus.

Ilustrasi halal bi halal pada Hari Raya Idul Fitri. Foto: pexels.com/@rodnae-prod

Terdapat beberapa dalil halal bi halal sebagai tradisi silaturahmi pada Hari Raya Idul Fitri, yakni:

Permohonan Maaf

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa melakukan kezhaliman kepada saudaranya, hendaklah meminta dihalalkan (dimaafkan) darinya; karena di sana (akhirat) tidak ada lagi perhitungan dinar dan dirham, sebelum kebaikannya diberikan kepada saudaranya, dan jika ia tidak punya kebaikan lagi, maka keburukan saudaranya itu akan diambil dan diberikan kepadanya”. (HR. Bukhari no. 6.169)

Dilapangkan Rezeki dan Dipanjangkan Umurnya

Dari Abu Hurairah ra., Rasul SAW bersabda,

“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)

Allah SWT berfirman,

وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ

Artinya, “dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.” (QS. Ar-Ra’d: 21)

Dalil halal bi halal di atas mengisyaratkan begitu baiknya tradisi halal bi halal pada Hari Raya Idul Fitri dalam rangka saling bermaaf-maafan dan kembali menyambung tali silaturahmi.

Baca juga: 7 Manfaat Silaturahmi Menurut Islam

(MZM)