Dasar Pembelajaran Berdiferensiasi dan Cara Menerapkannya di Kelas

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kegiatan belajar mengajar, terdapat beberapa macam metode yang bisa digunakan. Salah satunya adalah pembelajaran diferensiasi. Lantas, apa yang menjadi dasar pembelajaran berdiferensiasi?
Metode pembelajaran ini sendiri dapat membantu kebutuhan belajar setiap siswa. Inilah yang membuat pembelajaran diferensiasi dianggap salah satu metode yang cocok diterapkan untuk siswa di era modern.
Dasar Pembelajaran Berdiferensiasi
Apa yang menjadi dasar pembelajaran diferensiasi? Menurut Tomlinson, C. A., dan Moon, T. R. dalam Assessment and Student Success in a Differentiated Classroom. Alexandria, VA: Association for Supervision and Curriculum Development (2013), ada lima hal yang menjadi dasarnya, yakni.
1. Lingkungan Belajar
Lingkungan belajar meliputi lingkungan sekolah dan kelas di mana siswa menghabiskan waktunya untuk belajar. Iklim belajar merujuk pada situasi dan kondisi yang dirasakan siswa saat belajar, relasi, dan berinteraksi dengan peserta didik lain maupun gurunya.
2. Kurikulum yang Berkualitas
Kurikulum berkualitas harus memiliki tujuan yang jelas, sehingga guru dapat mengetahui tujuan akhir pembelajaran. Di samping itu fokus guru dalam mengajar adalah pada pengertian siswa, bukan pada apa materi yang dihafalkan mereka.
Selain itu, guru juga perlu memahami penerapan kurikulum bagi siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, sedang, dan di bawah secara tepat namun tidak akan jenuh.
3. Asesmen Berkelanjutan
Asesmen yang berkelanjutan adalah guru secara terus menerus melakukan formatif asesmen dalam pembelajaran agar dapat memperbaiki pengajarannya dan juga mengetahui apakah peserta didik sudah mengerti tentang materi pelajaran yang dibahas.
Jadi, formatif asesmen tidak bertumpu pada nilai, melainkan hanya sebagai diagnosis tes atau mengetahui masalah-masalah apa yang dihadapi peserta didik sehingga sulit mengerti hingga apa yang dapat dilakukan oleh guru untuk membantu kemampuan siswa.
4. Pengajaran yang Responsif
Meskipun sudah ada kurikulum yang berkualitas, guru dapat memodifikasi rencana pembelajaran sesuai dengan kondisi dan situasi yang terjadi di lapangan.
Respon dari guru adalah menyesuaikan pelajaran berikutnya sesuai dengan kesiapan, minat, dan juga profil belajar peserta didik yang guru dapatkan melalui asesmen di akhir pelajaran.
5. Kepemimpinan dan Rutinitas di Kelas
Guru yang baik adalah yang mampu mengatur kelasnya dengan baik. Kepemimpinan diartikan bagaimana guru dapat memimpin peserta didiknya agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan.
Sedangkan rutinitas di kelas mengacu pada keterampilan guru dalam mengelola atau mengatur kelasnya dengan baik melalui prosedur dan rutinitas di kelas yang dijalankan peserta didik setiap hari sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Cara Menerapkan Pembelajaran Diferensiasi
Bagi guru yang ingin menerapkan metode pembelajaran diferensiasi, beberapa langkah yang dapat diterapkan yakni:
Mengenali karakteristik siswa, mulai dari sifat, minat hingga gaya belajarnya dengan cara observasi selama kegiatan belajar berlangsung dan asesmen diagnosis melalui wawancara atau angket.
Membagi siswa ke dalam beberapa kelompok berdasarkan minat atau gaya belajarnya.
Memilih topik pembelajaran dengan memperhatikan keragaman siswa dalam hal motivasi, minat, dan harapan belajarnya.
Berikan siswa pilihan terkait tugas yang akan dikerjakan dan media pembelajaran yang akan digunakan.
Guru melakukan asesmen di awal pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi pelajaran yang akan dipelajari sekaligus mengukur kesiapan siswa terhadap tujuan pembelajaran. Asesmen juga dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung dan di akhir pembelajaran, guru melakukan evaluasi dengan meminta siswa membuat suatu produk tertentu.
Evaluasi dan refleksi dari penerapan pembelajaran diferensiasi di kelas.
Baca Juga: 3 Cara Menindaklanjuti Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
Setelah mengetahui apa yang menjadi dasar pembelajaran berdiferensiasi, guru bisa mempertimbangkan untuk menerapkannya. Dengan demikian, metode pembelajaran siswa lebih beragam sehingga bisa berkembang sesuai kemampuannya.(MZM)
