Definisi Al-Qur’an, Fungsi, dan Sejarah Turunnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Al-Qur’an adalah kitab suci sekaligus pedoman hidup bagi seluruh umat muslim di dunia. Oleh karena itulah, umat muslim wajib berpegang teguh pada ajaran Islam yang tertera dalam Al-Qur’an. Definisi Al-Qur’an juga sudah banyak dikemukakan oleh para ahli.
Dengan adanya definisi tersebut, maka umat muslim tak akan lagi keliru dalam memahami makna kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. tersebut. Lantas, sebenarnya bagaimana sejarah turunnya Al-Qur’an?
Definisi Al-Qur’an dan Fungsinya
Mengutip dari buku Konsep Pendidikan Sosial Berbasis Tauhid dalam Perspektif Al-Qur’an, Muhammad Khoiruddin, Purwo Adi Wibowo, dan Ahmad Zamroni (2023:16), definisi Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. yang dibacanya menjadi ibadah.
Selain itu, Al-Qur’an juga bisa dipahami sebagai bacaan yang tertulis dalam kumpulan mushaf yang dipelihara dalam hafalan-hafalan kaum muslim. Adapun beberapa fungsi Al-Qur’an yang perlu diketahui umat muslim adalah sebagai berikut.
Sebagai pengganti kedudukan kitab sebelumnya.
Sebagai wasiat dan petunjuk bagi umat muslim.
Sebagai pedoman hidup umat muslim.
Sejarah Turunnya Al-Qur’an
Para ulama sepakat bahwa sejarah Al-Qur’an adalah ketika Allah Swt. menurunkan Al-Qur’an di malam lailatul qadar. Akan tetapi, terdapat sejumlah perbedaan terkait dengan proses turunnya kitab suci tersebut.
Namun, pendapat paling masyhur yang banyak didukung para ulama dan diperkuat dengan hadis shahih menyebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan secara bertahap. Berbeda dengan kitab sebelumnya yang langsung turun sekaligus.
Adapun durasi turunnya Al-Qur’an sendiri kurang lebih antara 23-25 tahun lamanya. Perbedaan perhitungan ini terjadi karena adanya perbedaan pendapat terkait dengan lamanya Nabi Muhammad Saw. bermukim di Mekkah setelah kenabiannya.
Namun, menurut HR. Imam Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad Saw. menerima waktu dalam dua keadaan. Pertama, yakni terdengar seperti suara lonceng yang berbunyi keras dan cara ini dianggap sebagai yang paling berat bagi Nabi.
Sedangkan yang kedua adalah saat Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad Saw dalam keadaan seperti manusia biasa yang menyerupai seorang laki-laki.
Baca Juga: Pesan-Pesan Pokok dalam Surat Al-A'la menurut Ajaran Agama Islam
Itu dia ulasan tentang definisi Al-Qur’an lengkap dengan fungsi dan sejarah turunnya yang penting untuk diketahui setiap muslim. (Anne)
